SUBANG, Nitikan.id – Anak punk yang berasal dari lintas daerah masuk ke Kabupaten Subang kerap dianggap meresahkan masyarakat. Penampilan yang urakan penuh tato, menciptakan rasa takut bagi warga sekeliling.
Meski demikian, upaya persuasif untuk memberikan pemahaman melalui pembinaan terus dilakukan Polisi.
Seperti yang dilakukan oleh Unit Patroli Polsek Pamanukan atas perintah Kapolsek Pamanukan Kompol Supratman, Aiptu Aris Hermansyah menyambangi anak punk di SPBU Sukasari. Selasa, (1/8/2023).
Kapolsek Pamanukan Kompol Supratman melalui Anggota Unit Patroli Sabhara Polsek Pamanukan Aiptu Aris Hermansyah mengatakan persoalan anak punk ini hampir terjadi di berbagai daerah.
Polisi juga kerap melakukan patroli, dan menemukan adanya sekelompok anak punk. Pihaknya pun, selalu megedepankan tindakan pendekatan secara persuasif.
“Kami sering menertibkan anak punk, namun dilakukan secara persuasif. Kita panggil, kita ajak komunikasi. Sehingga kita mengetahui apa penyebab mereka seperti itu,” ungkap Aris.
Ia menyebut, banyak faktor yang melatarbelakangi mereka seperti ini. Dari hasil komunikasi dan pendekatan persuasif yang dilakukan, penyebab mereka menjadi ikut dalam komunitas anak punk di antaranya, faktor keluarga.
Ada juga rasa jenuh, misalnya sekolah dan sebagainya. Sehingga menyebabkan seringkali mereka memilih berjalan-jalan dari satu tempat ke kota-kota lain.
“Seperti tadi, ada adik-adik kita ini yang
Kita sambangi. Setelah itu kita berikan nasehat dan pemahaman serta pembinaan. Namun menurut kami hal itu tidak cukup hanya sebatas itu saja,” terangnya.
Dari itu, Polisi kedepan tidak hanya akan melakukan upaya sebatas memberikan pemahaman dan pembinaan secara moril, namun pihaknya akan mencari solusi untuk menyalurkan bakat yang mereka miliki agar mampu hidup mandiri.
“Menurut kami mereka ini masih memiliki sisi-sisi baik. Kita akan terus berupaya melakukan pendekatan persuasif untuk mengajak mereka dalam hal-hal kebaikan,” ujarnya

