SUBANG, Nitikan.id – PPDB di Subang 2022 tengah memunculkan polemik. Meski tahapannya telah selesai, sejumlah persoalan terungkap dari tak lolosnya siswa melalui zonasi hingga mengenai minimnya jumlah siswa yang mendaftar di beberapa sekolah dasar (SD) negeri di Pantura Subang.
Salah satu contohnya terjadi di SDN Palasari Desa Lengkongjaya Kecamatan Pamanukan. Di sekolah negeri ini, hanya ada 9 siswa yang mendaftar dan otomatis langsung diterima seluruhnya.
Menurut Kepala SDN Palasari, Hariman Sobar mengungkapkan bahwa sekolahnya minim siswa dikarenakan posisinya yang tidak strategis.
“Sekolah kita diapit oleh dua SD negeri yang besar yaitu SDN Karya Utama dan SDN Pamanukan II. Kemudian mungkin karena fasilitas sarana dan prasana di SD kami yang masih kurang,” katanya.
Hariman juga mengatakan pihaknya akan berusaha menarik kepercayaan masyarakat untuk menitipkan anaknya untuk mengenyam pendidikan di SDN Palasari.
“Berbagai upaya telah kami lakukan seperti pengajuan renovasi dan pembangunan-pembangunan kepada instansi terkait, namun kini kita harus menunggu, karena mungkin di Subang ini banyak sekolah yang harus dibenahi seperti disini,” paparnya.
Selain SDN Palasari, Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Pamanukan, Dadang Ruhyat menyebutkan ada 4 SD yang minim mendapatkan siswa pada tahun ajaran 2023/2024.
“Disini ada SDN Palasari, SDN Budidaya, SDN Karya Bakti dan SDI Al-Kawakib,” jelasnya.
Atas hal itu, Dadang berharap SD tersebut dapat menyetarakan diri dengan SD yang lain dengan mengevaluasi dalam segala hal seperti manajemen sekolah, kode etik dan komitmen tenaga pendidik.

