Nitikan.id-Bangsa Indonesia berduka atas berpulangnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, pada Senin pagi, 2 Maret 2026. Tokoh militer yang dikenal bersahaja tersebut mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pukul 06.58 WIB, dalam usia 91 tahun.
Kabar wafatnya mantan Panglima ABRI itu dikonfirmasi pihak rumah sakit dan segera disampaikan kepada pemerintah pusat. Istana Kepresidenan menyampaikan duka cita mendalam serta penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum bagi bangsa dan negara. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah politik, militer, dan keamanan nasional Indonesia.
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, perjalanan hidup Try Sutrisno mencerminkan dedikasi seorang prajurit yang meniti karier dari bawah hingga mencapai pucuk pimpinan militer dan negara.
Lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) tahun 1959 ini mulai dikenal publik ketika dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto pada 1974. Kepercayaan tersebut menjadi pijakan penting yang membuka jalan menuju berbagai posisi strategis di tubuh militer.
Kariernya terus menanjak melalui sejumlah jabatan penting, termasuk Pangdam V/Jaya dan Kepala Staf Angkatan Darat. Puncak pengabdian militernya tercapai saat menjabat Panglima ABRI sebelum akhirnya dipercaya menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998.
Dalam peran tersebut, ia dikenal sebagai figur yang tegas namun rendah hati, serta menjaga stabilitas nasional pada masa transisi politik yang penuh tantangan.
Di luar jabatan formal, Try Sutrisno dikenang sebagai pejabat yang hidup sederhana dan menjunjung tinggi integritas. Kisah tentang dirinya yang tetap mencicil rumah pribadi selama bertahun-tahun setelah purnatugas kerap menjadi simbol kejujuran dan kesederhanaan seorang pejabat negara.
Kehidupan pribadinya juga mencerminkan keteguhan nilai keluarga. Ia menikah dengan Tuti Sutiawati pada 5 Februari 1961 dan dikaruniai tujuh anak. Beberapa putra-putrinya dikenal publik dan melanjutkan tradisi pengabdian negara, antara lain Nora Tristyana, yang merupakan istri mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu; Irjen Pol (Purn) Firman Santyabudi, mantan Kakorlantas Polri; serta Letjen TNI Kunto Arief Wibowo yang aktif sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat.
Hingga akhir hayatnya, Try Sutrisno dipandang sebagai negarawan yang konsisten menjaga ideologi Pancasila, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta profesionalisme militer. Warisan pengabdian dan keteladanannya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia.
Pemerintah dijadwalkan memberikan penghormatan kenegaraan terakhir sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan dedikasi almarhum. Bangsa Indonesia pun melepas seorang prajurit, pemimpin, dan negarawan yang telah mengabdikan hidupnya bagi tanah air.(Red).

