Nitikqn.Id – Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dipastikan dalam kondisi aman setelah serangan udara menghantam kawasan permukiman Narnak, Teheran, pada akhir Februari 2026. Kabar ini sekaligus membantah rumor yang sempat beredar di media sosial mengenai Syahidnya.
Serangan yang dilaporkan menyasar area di sekitar kediamannya itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Aparat keamanan setempat mengonfirmasi bahwa Ahmadinejad tidak berada di titik ledakan saat insiden terjadi.
Bantahan Resmi dan Kondisi Terkini
Bantahan resmi disampaikan oleh ajudan senior Ahmadinejad melalui kantor berita Turki, Anadolu Agency. Dalam keterangannya disebutkan bahwa Ahmadinejad dalam keadaan sehat dan tidak mengalami luka.Rabu,(4/02/2026).
“Beliau dalam kondisi sehat dan tidak terluka sedikit pun. Saat ini, Mahmoud Ahmadinejad telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman,” ujar ajudan tersebut.
Partai pendukungnya, Dolate Bahar, juga merilis klarifikasi bahwa kabar kematian tersebut merupakan disinformasi. Rekaman video yang beredar setelah insiden bahkan memperlihatkan Ahmadinejad menghadiri prosesi pemakaman sejumlah pengawalnya yang menjadi korban serangan.
Korban Jiwa dan Situasi Keamanan
Meski Ahmadinejad selamat, serangan tersebut dilaporkan menewaskan tiga pengawal dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang bertugas menjaga kediamannya. Hingga kini, situasi di Teheran masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan.
Belum ada keterangan resmi terkait pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Insiden ini dinilai berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sosok sederhana
Ahmadinejad menjabat sebagai Presiden Iran ke-6 selama dua periode, 2005–2013, setelah sebelumnya menjadi Wali Kota Teheran. Ia dikenal sebagai politisi konservatif dengan retorika keras terhadap Barat dan Israel.
Di luar kontroversi kebijakan politiknya, Ahmadinejad dikenal sebagai pemimpin sederhana. Sejumlah kisah mengenai gaya hidupnya kembali ramai diperbincangkan setelah beredarnya kabar serangan tersebut.
Ia pernah meminta staf menggulung karpet Persia mahal di ruang presiden dan menyumbangkannya ke masjid pada awal masa jabatannya. Dalam keseharian, ia kerap tampil dengan jaket kasual sederhana, menolak fasilitas berlebihan, dan memilih membawa bekal makanan dari rumah.
Dalam beberapa kunjungan daerah, ia juga memilih bermalam di rumah warga alih-alih hotel berbintang. Sikap tersebut membuatnya memiliki basis dukungan kuat di kalangan masyarakat kelas bawah.
Reaksi Emosional di Media Sosial
Sempat beredarnya kabar gugurnya Ahmadinejad memicu gelombang reaksi emosional dari para pendukungnya di media sosial. Sejumlah unggahan bernada doa dan pujian bermunculan, menggambarkan dirinya sebagai pemimpin sederhana dan simbol perlawanan.
Namun dengan adanya klarifikasi resmi, informasi tersebut dipastikan tidak benar. Ahmadinejad saat ini berada dalam kondisi aman.
Insiden ini kembali menempatkan nama Ahmadinejad dalam sorotan publik internasional. Meski tak lagi menjabat, sosoknya tetap memiliki pengaruh simbolik dalam politik Iran dan percaturan geopolitik kawasan.(red).

