Nitikan.ID — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mendatangkan tim khusus dari China untuk membantu pencarian korban banjir bandang dan longsor yang hingga kini masih banyak dilaporkan hilang dan diduga tertimbun lumpur. Tim yang terdiri dari lima relawan itu tiba di Aceh pada Jumat (5/12/2025) malam dan langsung disambut di Pendopo Gubernur Aceh.
Para relawan China tersebut membawa perangkat pendeteksi jenazah berteknologi tinggi yang mampu membaca keberadaan tubuh manusia meski tertimbun lumpur tebal. Teknologi ini digunakan karena banyak titik terdampak tidak dapat dijangkau dengan metode pencarian manual.
Medan Ekstrem dan Banyak Korban Diduga Masih Tertimbun
Menurut Mualem, keputusan mendatangkan tim asing dilakukan karena medan pencarian di sejumlah wilayah terdampak tergolong ekstrem. Di beberapa titik seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, ketebalan lumpur dilaporkan mencapai sepinggang orang dewasa.
“Di banyak lokasi, lumpurnya terlalu tebal. Ada korban yang kemungkinan besar tertimbun dan tidak bisa ditemukan dengan teknik manual. Karena itu kita perlu teknologi deteksi khusus,” ujar Mualem.
Sejumlah relawan juga melaporkan kesulitan saat menyisir area terdampak, bahkan alat berat tidak dapat menembus beberapa lapisan lumpur.
Data Korban Terbaru
BNPB mencatat hingga Jumat (5/12/2025) sebanyak 345 korban meninggal dunia telah ditemukan di Aceh, sementara 174 orang masih hilang. Temuan jenazah baru mayoritas berasal dari wilayah Aceh bagian timur.
Pemerintah menduga jumlah korban hilang masih dapat bertambah karena sejumlah desa terdampak baru dapat dijangkau tim penyelamat.
Alasan Gubernur Mualem Mendatangkan Tim China
Gubernur Mualem menjelaskan tiga alasan utama mendatangkan tim dari China:
1. Medan pencarian sangat berat akibat lumpur tebal.
2. Masih banyak korban diduga tertimbun dan sulit dijangkau dengan alat konvensional.
3. Kebutuhan percepatan evakuasi dan identifikasi demi memberi kepastian bagi keluarga korban.
“Kami harus bergerak cepat. Ini masalah kemanusiaan. Aceh butuh bantuan teknologi terbaik yang tersedia,” tegasnya.
Respons Warga dan Relawan
Kedatangan tim internasional tersebut disambut baik oleh warga terdampak. Banyak keluarga korban berharap teknologi deteksi jenazah dapat mempercepat ditemukannya anggota keluarga mereka.
“Sudah beberapa hari kami menunggu. Kalau ada alat yang bisa mendeteksi, kami sangat berharap pencarian jadi lebih cepat,” ujar Suryani, warga Aceh Timur.
Tim China Mulai Bekerja
Tim China dijadwalkan mulai bekerja hari ini pada titik-titik prioritas. Mereka akan bekerja bersama tim SAR gabungan, TNI/Polri, dan relawan lokal.
Pemerintah Aceh berharap operasi ini mempercepat penemuan korban hilang dan membantu menyelesaikan tahapan penanganan darurat bencana.
Sumber :
DetikSumut – “Tim dari Tiongkok ke Aceh Bantu Lacak Mayat Korban Bencana dalam Lumpur”
Kompas Regional – “Ini Alasan Gubernur Aceh Bawa Tim dari China untuk Cari Jenazah Korban Banjir”
Kumparan – “Tim Ahli China Akan Bantu Cari Mayat Korban Banjir di Aceh”

