SUBANG, Nitikan.id – Program Puncak Penanaman Mangrove Nasional yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia, seperti yang dilaksanakan oleh Pemerintah dan Jajaran TNI-POLRI di Jawa Barat.
Di wilayah Jawa Barat, Pesisir Pantai Pondok Bali, Desa Mayangan Kecamatan Legonkulon Kabupaten Subang dipilih sebagai Lokasi puncak penanaman mangrove secara nasional.
Pesisir Pantai Pondok Bali merupakan daerah terparah di Jawa Barat yang mengalami abrasi, bahkan ratusan hektare area perhutani di Pesisir Pantai Pondok Bali yang dulunya merupakan areal tambak, saat ini sudah hilang ditelan lautan.
Guna mengurangi abrasi dikawasan Pantai Pondok Bali, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama TNI Kodam III dan Polda Jawa Barat menanam ribuan pohon mangrove di Pesisir Pantai Pondok Bali, Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon (15/5/2023).
Kegiatan ini juga menyukseskan program puncak penanaman mangrove nasional bersama Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. Joko Widodo yang dilakukan serentak se-Indonesia.
Proses penanaman dilakukan dengan membawa bibit ke lokasi penanaman, kemudian membuat lubang tanam dengan jarak tanam 50 cm- 100 cm, dan menancapkan penyangga sebagai penanda bahwa sudah dilakukan penanaman bibit mangrove.
“Kami bersama TNI-Polri, atas arahan Presiden RI melakukan kegiatan menanam mangrove di sejumlah titik pantai untuk melestarikan alam dan penghijauan, juga sebagai antisipasi mencegah abrasi di pesisir pantai,” ujar Pangdam III/Siliwangi, Mayjen Kunto Arief Wibowo.
Menurut Pangdam III/Siliwangi, penanaman mangrove di Subang dengan luas lahan 4 hektare yang bertujuan untuk menjaga ekosistem perairan antara laut, pantai, dan darat.

“Penanaman pohon mangrove yang dilakukan Kodam III/Siliwangi, sudah yang ketiga kalinya, dimulai pada tahun 2022 dan 2023 ini, yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan kali ini kami tanam 3000 mangrove disini,” Katanya
Penanaman pohon mangrove kali ini, tersebar di 17 titik di seluruh wilayah Jawa Barat dan Banten, dengan luasan wilayah 296.000 meter persegi, dengan jumlah bibit tanaman sebanyak 14.400 tanaman.
“Dengan harapan, yang sudah kita lakukan adalah, menghimpun para masyarakat, agar bisa memelihara tanaman mangrove ini, sesuai amanat bapak Presiden tadi,” tuturnya
Kemudian untuk pengelolaan pohon mangrove yang sudah ditanam ini, lanjut Pangdam III/Siliwangi, mulai dari budidaya ikan, udang, kepiting, makanan-makanan ringan, melalui UMKM.
“Harapan saya, dengan penanaman pohon mangrove ini, dapat membangkitkan perekonomian masyarakat, dari pemanfaatan lahan, untuk dikelola melalui budidaya perikanan laut, dan juga UMKM-nya, dan semua ini, sudah kita lakukan,” tambahnya.
Mayjen Kunto Arief Wibowo juga mengajak kepada seluruh unsur masyarakat, agar bersama-sama untuk kepentingan nasional, terkait tata kelola darat dan perairan, untuk meningkatkan tarap perekonomian, dan juga kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
“Kita TNI-AD dan TNI-AL serta TNI-AU, beserta Polri dan juga seluruh lapisan Forkopimda, untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat, yang ada di pesisir pantai utara maupun selatan, terkait tata kelola wilayah pesisir pantai, dan juga menghimbau agar seluruh jajaran Forkopimda untuk menjadikannya, sebagai program yang rutin,” ungkapnya.
Kemudian, Pangdam didampingi Kapolda Jawa Barat, beserta Jajaran TNI/Polri, melaksanakan bakti sosial berupa donor darah, memberikan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan, serta bazar UMKM. Dalam kesempatan itu, Pangdam dan Kapolda Jabar memborong semua UMKM, dan dibagikan kepada masyarakat Desa Mayangan Kecamatan Legonkulon Subang, secara gratis.

