SUBANG, Nitikan.id – Guna antisipasi kemacetan arus mudik lebaran, Kapolsek Pusakanagara himbau sejumlah warga penyapu koin yang masih nekat melakukan aktivitasnya di sepanjang jalur jembatan sewo, perbatasan Kabupaten Subang dan Indramayu untuk tidak beraktivitas.
Sebab, aktivitas mengemis mereka ke para pengguna jalan ini dinilai telah menganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan bagi pengguna jalan dan dirinya sendiri.
Kapolsek Pusakanagara Kompol Dr. R. Jusdijahclan, mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan himbauan terhadap penyapu koin, untuk tidak beraktivitas.
“Meskipun itu sudah rutin dilakukan dan menjadi budaya mereka, tapi tetap kita himbau, karena hal tersebut membahayakan para pengendara dan dirinya sendiri,” katanya. Minggu, (16/4/2023).
Kompol Jusdijachlan mengungkapkan, himbauan kepada masyarakat penyapu coin sudah berulangkali di lakukan, namun masyarakat apa yang telah mereka lakukan tersebut merupakan tradisi turun temurun yang sudah berjalan puluhan taun silam, pungkasnya.
Sementara itu, Ratmi salah satu penyapu koin di jembatan tersebut mengaku sudah melakukan kegiatan menyapu koin mengharapkan rejeki dari pengendara sudah lama dilakoninya.

“Dari tahun 1974 saya sudah menyapu koin di jembatan ini,” ungkapnya.
Dalam sehari, para penyapu koin tersebut dapat meraup uang puluhan hingga ratusan rupiah.
“Yaa gak tentu, kalau kita berani untuk ke tengah jalan, mungkin sehari bisa dapat ratusan ribu,” ujar Ratmi.
Seperti diketahui, para penyapu koin berjejer disepanjang jembatan Sewoharjo tersebut untuk mengais koin receh yang dilemparkan pengendara atau pemudik yang milintas diatas jembatan Sewoharjo tersebut.
Mitos yang beredar dimasyarakat setempat, melempar uang dari pengendara yang melintasi jembatan Sewoharjo adalah wajib hukumnya bila ingin perjalannya selamat sampai tujuan.
Namun jika tak melempar uang warga setempat mengatakan pengendara tersebut bakal celaka karena sepanjang perjalanan akan diganggu oleh siluman penunggu Jembatan Sewoharjo.

