• Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
Selasa, Mei 26, 2026
Nitikan.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
No Result
View All Result
nitikan.id
No Result
View All Result
Home Ragam

Mengapa Kita Masih Gemar Dibodohi Strategi Kuno?

Nitikan.id by Nitikan.id
11/01/2026
in Ragam
0 0
0
Mengapa Kita Masih Gemar Dibodohi Strategi Kuno?
0
SHARES
39
VIEWS
Bagi ke WhatsAppBagi ke Facebook

Bangsa ini punya satu kebiasaan yang sulit ditinggalkan: mudah diadu, gampang panas, dan selalu yakin amarahnya paling bermoral. Padahal, senjata paling efektif untuk menundukkan rakyat bukanlah tank atau senapan, melainkan konflik horizontal yang dibiarkan tumbuh subur. Rakyat ribut sendiri, sementara penguasa cukup duduk rapi, menikmati stabilitas versi mereka stabil di atas kegaduhan.

Strategi ini bukan barang baru. Niccolò Machiavelli sudah mengajarkannya, kolonial Belanda mempraktikkannya, dan para elite modern mewarisinya dengan penuh kreativitas. Namanya divide et impera, atau dalam versi lokal yang lebih membumi: politik belah bambu. Satu sisi diangkat agar merasa paling benar, sisi lain diinjak agar merasa paling tertindas. Yang sering lupa dicatat: bambu yang dibelah itu adalah rakyat, bukan penguasa. Yang menikmati hasilnya juga bukan kita.

Dulu, politik belah bambu membutuhkan kerja lapangan yang melelahkan. Snouck Hurgronje harus menyamar, mengamati, dan masuk ke ruang-ruang sosial masyarakat Aceh. Sekarang, penguasa atau setidaknya elite yang berkepentingan menjaga kekuasaan tidak perlu repot. Cukup membiarkan algoritma bekerja, buzzer beroperasi, dan narasi saling benci berseliweran. Rakyat saling serang, penguasa tinggal panen ketenangan politik.

Peristiwa awal Januari 2026, ketika pelaporan terhadap figur publik dilakukan dengan mencatut nama organisasi besar seperti NU dan Muhammadiyah, memperlihatkan pola ini dengan telanjang. Ketika organisasi resminya membantah, konflik tidak otomatis reda. Sebab tujuan utamanya bukan kebenaran, melainkan kegaduhan. Selama rakyat sibuk berdebat soal identitas dan loyalitas, pertanyaan tentang kebijakan, keadilan, dan distribusi kekuasaan bisa ditunda.

Di sinilah posisi kita jadi terang benderang: rakyat adalah objek. Kita yang dipancing emosi, kita yang bertengkar, kita yang capek sendiri. Sementara itu, para pemegang kuasa tetap berada di posisi subjek mengatur tempo, menentukan kapan api perlu dikipasi dan kapan cukup dibiarkan padam. Mereka tidak perlu ikut marah, karena kemarahan sudah kita uruskan secara sukarela.

Media sosial menjadi alat yang sangat membantu. Netizen berfungsi seperti pasukan cadangan yang selalu siap digerakkan tanpa gaji. Cukup diberi isu sensitif, mereka akan bergerak sendiri. Yang satu merasa sedang membela kebenaran, yang lain merasa sedang memperjuangkan kebebasan. Keduanya lupa satu hal: ketika rakyat saling mencurigai, penguasa mendapatkan satu keuntungan besar tidak ada tekanan kolektif yang serius ke atas.

Media massa pun, sadar atau tidak, kadang ikut menguatkan skema ini. Konflik horizontal lebih mudah dijual daripada kritik struktural. Adu argumen antarwarga lebih aman daripada menguliti kebijakan. Maka, politik belah bambu semakin nyaman: rakyat jadi tontonan, penguasa tetap di balik layar.

Mengapa strategi setua museum ini masih efektif? Karena kita masih mau menjadi objek. Kita lebih senang bereaksi daripada berpikir, lebih cepat membenci daripada memeriksa. Literasi digital kita sering kalah oleh dorongan untuk merasa benar. Selama itu berlangsung, penguasa tidak perlu repot-repot menciptakan musuh bersama; kita sudah melakukannya sendiri.

Padahal, kekuasaan paling nyaman adalah kekuasaan yang tidak perlu menghadapi rakyat secara langsung. Selama rakyat sibuk bertikai ke samping, kekuasaan bisa berjalan lurus ke depan tanpa gangguan. Tidak ada tuntutan serius, tidak ada solidaritas luas, hanya keramaian semu yang melelahkan.

Mungkin sudah waktunya kita berhenti menjadi bambu yang pasrah dibelah. Selama kita terus mau diangkat dan diinjak sesuka hati, posisi kita akan tetap sama: objek dalam permainan lama dengan kemasan baru. Di tahun 2026 ini, sikap paling subversif justru sederhana, menolak diadu, menunda marah, dan mengarahkan kritik ke atas, bukan ke samping.

Sebab selama rakyat sibuk saling menginjak, penguasa akan terus mereguk manisnya kekuasaan. Dan kita, seperti biasa, baru sadar setelah kelelahan saat bambu sudah terbelah, dan yang tersisa hanya serpihan yang tak lagi punya daya tawar.

 

 

Hgr Dinandaru Shobron

Pegiat RB Tunas Aksara Pamanukan

Next Post
PBNU HARUS BERBENAH PASCA TRAGEDI DUO KAKAK BERADIK

PBNU HARUS BERBENAH PASCA TRAGEDI DUO KAKAK BERADIK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • DARURAT KORUPSI, KPK BIKIN BUKU
  • Terungkap! Modus Uang Jajan Kakek, 4 Cucu Jadi Korban
  • Akal-akalan Proyek Fiktif, Oknum ASN Subang Terjerat Hukum
  • DPR RI Komisi X Soroti Sejumlah Permasalahan Atlet dan Organisasi Muaythai
  • FEI IMH Subang Gelar Studi Banding dan Company Visit ke Universitas Tazkia dan PT Benning Food
  • panen4d
  • joker123
  • slot777
  • slot scatter hitam
  • https://protuning.id/
  • https://ptnobelindonesia.com/
  • https://okegas.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/
  • https://store.scuto.co.id/wp-content/products/
  • https://selumakab.go.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/duta777/
  • https://krakatauniaga.co.id/run/
  • https://bossfood.co.id/wp-content/pound/
  • https://befood.id/run/?id=nanastoto
  • slot138
  • slot138
  • sultan69
  • joker123
  • slot mahjong
  • slot depo 10k
  • demo mahjong
  • slot bet 200
  • slot gacor
  • https://consumerstore.siccura.com/
  • https://blog.sparkresto.com/
  • https://jurnal.anfa.co.id/
  • sultan188
  • duniacash
  • https://dewa138.xyz/
  • sultan188 login
  • https://dhumanotmp.xoc.uam.mx/
  • https://programainfancia.xoc.uam.mx/
  • https://fe.unik-kediri.ac.id/
  • https://techno.ru.ac.th/en/contact/
  • sultan188
  • https://problemaseducacion.xoc.uam.mx/

Nitikan.id merupakan salah satu media siber yang berada dibawah naungan PT Poros Media. Nitikan.id ingin menyajikan konsep jurnalis yang memihak pada kepentingan publik, membawa pencerahan, membangun ruang kesadaran serta menumbuhkan semangat literasi dan perubahan.

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Headline
  • Hukum
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Profile
  • Ragam
  • Science
  • Seni Budaya
  • Tak Berkategori
  • Teknologi
  • Wisata
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Term Of Use

© 2024 Nitikan.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata

© 2024 Nitikan.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • slot demo terbaik
  • https://grupoceleron.com/
  • slot gacor malam ini
  • https://aldypay.com/credit-purchase/
  • https://www.sharpener.tech/blog/
  • http://www.dramsyar.com.my/dramsyarservices/
  • https://urbanbat.org/salto-al-vacio/
  • https://kemin.gov.kg/
  • https://vjcc.org.vn
  • ggsoft
  • spaceman
  • slot dana
  • sv388
  • https://www.starfilterind.com/filter-cartridge/
  • https://santillan.ec/contacto/
  • https://travelnevada.fr/blog/
  • http://www.agfarma.com/about/
  • situs138
  • ggsoft
  • slot88
  • https://rgc.com.br/contato/
  • duniacash
  • https://restaurantemoche.com/contact-me/
  • https://agri.ubru.ac.th/
  • https://pedrolopez.pt/
  • https://ezap.edu.vn/
  • slot gacor
  • sultan188
  • slot 10k
  • https://revoar.org/contato/
  • https://www.woodyantique.com/testimonial
  • beras11
  • slot 10k
  • https://paninibay.com/
  • slot depo 5k
  • slot qris
  • https://tagme.com.br/login/
  • slot depo 10k
  • situs slot online
  • ggsoft
  • https://atmaenterprise.com/
  • https://www.lepagefoodanddrinks.com/private-cheffing
  • https://weddingdive.com/idea/
  • https://de.goodstats.id/gehry-architecture/
  • https://www.facility.management.zarz.agh.edu.pl/kontakt/
  • slot 138
  • https://hub.egaleo.gr/prosklisi-kypee/
  • https://store.amerimed.net/
  • https://zlatnadvorana.com/galerija/
  • slot69
  • slot69
  • https://iesmontilivi.net/noticies/
  • https://trrhospitals.com/about-us/
  • https://astaracademy.edu.my/contact-us/
  • https://clinicaitabayana.com/herpeszoster/
  • https://khcn.tbd.edu.vn/danh-muc/linh-vuc-nghien-cuu/
  • https://ca.zonajakarta.com/privacy-policy/
  • https://digital.melintas.id/careers/
  • https://cityluxurycarsrental.com/brands/
  • https://technobox.mk/kalkulator/
  • https://beras11.vip/