Bandung, Nitikan.id – Kericuhan yang terjadi dalam acara syukuran pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan putri Wakil Bupati Garut menelan korban jiwa. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan beberapa lainnya luka-luka akibat desak-desakan massa di Lapangan Oto Iskandar Dinata, Garut, Jumat (18/7).
Salah satu korban selamat, berinisial SF, saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Slamet Garut. Ia mengalami luka setelah terjatuh dan terdesak saat antre makanan gratis yang dibagikan dalam acara tersebut.
Kepada pihak kepolisian, SF mengaku sedang bersama keluarganya saat insiden terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Situasi mulai tidak terkendali saat Gubernur Dedi Mulyadi tiba di lokasi. Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat itu memicu antusiasme warga yang ingin bertemu langsung, sehingga kerumunan semakin padat dan sulit dikendalikan.
“Lonjakan massa yang tidak terkendali menyebabkan kericuhan. Dalam situasi penuh desakan itu, SF terpisah dari keluarganya dan terjatuh. Petugas medis yang sigap segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban menggunakan ambulans ke rumah sakit,” ujar pihak Bidang Humas Polda Jabar dalam keterangan resminya, Selasa (22/7).
Menanggapi tragedi tersebut, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui ada kegiatan pembagian makanan gratis kepada warga. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Detikcom, ia mengaku hanya mengetahui bahwa pada malam harinya akan digelar pentas seni untuk masyarakat.
“Acara syukuran Maula dan Putri, secara pribadi saya tidak tahu soal kegiatan itu. Yang saya pahami hanya ada acara malam, yakni pentas seni untuk warga. Saya tidak tahu bahwa ada syukuran dengan warga dan pembagian makanan gratis,” ujar Dedi.
Namun, muncul video di kanal YouTube pribadi Dedi Mulyadi yang memperlihatkan dirinya berbicara mengenai acara tersebut sebelum insiden terjadi. Dalam video tersebut, Dedi menanyakan persiapan kepada panitia, termasuk hidangan yang disediakan dari pelaku UMKM lokal. Ia juga mengajak warga untuk hadir dalam acara.
“Jadi untuk warga dilaksanakan tanggal 18. Jadi tanggal 18 warga boleh datang ke lapangan. Makan sepuasnya, nonton sepuasnya, tertawa sepuasnya,” kata Dedi dalam video tersebut.
Sumber Berita: CNN Indonesia
Korban Pernikahan Maut Mengaku Melihat Dedi Mulyadi saat Kericuhan

