Bandung, Nitikan.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki jalan rusak yang menjadi keluhan utama masyarakat di berbagai daerah. Pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,4 triliun untuk perbaikan infrastruktur jalan, dengan fokus utama pada jalan provinsi.
Dalam beberapa bulan terakhir, banyak warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak melalui media sosial dan laporan langsung kepada pemerintah. Menanggapi hal ini, Dedi memastikan bahwa langkah awal yang diambil adalah memastikan seluruh jalan provinsi berada dalam kondisi optimal.
Fokus pada Jalan Provinsi
Dedi menjelaskan bahwa kewenangan perbaikan jalan terbagi antara pemerintah desa, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Namun, prioritas pertama Pemprov Jabar saat ini adalah memperbaiki jalan provinsi. “Pemerintah provinsi saat ini memiliki anggaran Rp 2,4 triliun yang akan dialokasikan untuk pembangunan jalan provinsi dan pembuatan jembatan di jalan provinsi. Ini fokus kita untuk tahun ini dan tahun depan,” ujar Dedi Mulyadi melalui akun TikTok resminya, @dedimulyadiofficial, pada 2 April 2025.
Stimulus untuk Kabupaten/Kota
Setelah jalan provinsi diperbaiki hingga mencapai kondisi sempurna, Pemprov Jabar akan memberikan stimulus kepada kabupaten/kota yang memiliki keterbatasan anggaran untuk memperbaiki jalan di wilayahnya. “Setelah jalan provinsi semuanya siap dan dalam keadaan sangat sempurna, maka Pemprov Jabar akan melangkah ke tahap berikutnya, yakni memberikan stimulus kepada kabupaten/kota yang tidak memiliki kemampuan keuangan untuk membangun jalan,” tambahnya.
Target 100 Persen pada 2026
Dedi menargetkan perbaikan jalan provinsi selesai hingga 100 persen pada tahun 2026. Ia juga berkomitmen meningkatkan kualitas material jalan agar lebih tahan lama dan mampu menahan beban kendaraan berat, terutama di wilayah industri. “Material jalan harus ditingkatkan, lebarnya harus ditambah karena beberapa wilayah di Jabar sudah menjadi kawasan industri. Selain itu, jalan harus aman dengan marka yang jelas, CCTV, penerangan jalan umum (PJU), serta ruang estetika seperti gapura,” ungkap Dedi dalam pidato pertamanya usai dilantik pada 21 Februari 2025.
Efisiensi dan Realokasi Anggaran
Anggaran Rp 2,4 triliun ini merupakan bagian dari realokasi dana dalam APBD Jawa Barat. Dedi menegaskan bahwa efisiensi anggaran akan dilakukan dengan mengalihkan dana dari kegiatan yang tidak produktif, seperti perjalanan dinas atau seminar seremonial, ke program yang berdampak langsung pada masyarakat. “Tidak ada efisiensi dalam arti pemotongan anggaran, yang ada adalah alih lokasi anggaran. Bahkan, saya menantang Kepala Bappeda untuk menaikkan belanja dari Rp 31 triliun menjadi Rp 33 triliun,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Dedi Mulyadi berharap masalah jalan rusak di Jawa Barat dapat segera teratasi, sehingga masyarakat dapat menikmati infrastruktur yang lebih baik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia juga mengajak seluruh lapisan pemerintahan dan masyarakat untuk bersinergi dalam mewujudkan visi “Jabar Istimewa, Rakyat Sejahtera.”

