SUBANG, Nitikan.id – Musim hujan merupakan kondisi yang cukup mengkhawatirkan bagi para pembudidaya udang vaname. Salah satunya Solihin, petani udang vaname di Desa Pangarengan, Tegalurung dan Legonwetan, Kecamatan Legonkulon.
Solihin mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu kualitas air tambak menjadi tidak stabil karena curah hujan sangat mempengaruhi suhu dan kadar garam serta oksigen air tambak.
“Kalau kualitas air tambak mengalami perubahan drastis jadi kondisi udang akan drop, mudah terserang penyakit, dan bahkan udang akan mati massal,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, bahwa tambak harus dilakukan pengecekkan secara rutin, dan pH air juga perlu dijaga dalam kondisi optimal.
“Setelah hujan reda baiknya dilakukan pengecekan secara rutin seperti pengecekan warna air tambak, kecerahan, dan udang juga harus dilihat pencernaannya serta pemberian pakannya,” ucapnya.
Menurutnya, antisipasi yang dilakukan untuk mengurangi pH air yang disebabkan oleh air hujan disepanjang tepian tambak diberi kapur sebelum turun hujan. Kapur tersebut bisa menjaga dan menetralkan kandungan pH pada air tambak.
Untuk mengatasi masalah ini, Solihin biasanya mengurangi jumlah pakan, mengaplikasikan penggunaan disenfektan untuk menyerap gas beracun yang berasal dari hama seperti plankton hijau yang mati di dasar tambak.

