Jakarta, Nitikan.id — Kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026), dipadati massa dari berbagai elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasi dan tuntutan masing-masing.
Jumlah massa yang hadir dilaporkan meningkat signifikan dibandingkan estimasi awal aparat. Sejak pagi, rombongan demonstran mulai memadati kawasan Jalan Gatot Subroto dan sejumlah titik di sekitar kompleks parlemen.
Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan parlemen terbuka menerima perwakilan massa aksi untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Penyampaian pendapat adalah bagian dari demokrasi. Pimpinan maupun komisi DPR akan menerima perwakilan pengunjuk rasa untuk menampung aspirasi mereka secara langsung,” ujar Puan dalam keterangan tertulisnya.
Empat Poros Massa Turun ke Jalan
Aksi kali ini tidak hanya diikuti satu kelompok. Sejumlah aliansi masyarakat dan organisasi sipil turut menggelar aksi dengan membawa agenda serta tuntutan masing-masing.
Salah satunya Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang datang dari daerah menggunakan bus. Mereka bergabung dengan Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) dan antara lain mendesakkan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Selain itu, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang merupakan gabungan 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil membawa 10 tuntutan dalam gerakan bertajuk #MerebutKembaliIndonesia.
Tuntutan GERAM mencakup berbagai persoalan, mulai dari upah buruh, perpajakan, pendidikan, hingga evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Poros massa lainnya adalah Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4). Kelompok tersebut menyuarakan pengawalan serta evaluasi berkala terhadap program-program pemerintah agar pelaksanaannya tepat sasaran.
Sementara itu, sejumlah kelompok mahasiswa, termasuk BEM UI, dilaporkan masih melakukan konsolidasi internal.
Solidaritas Publik Mengalir ke Lokasi Aksi
Besarnya massa aksi juga diikuti dengan mengalirnya dukungan logistik dari masyarakat.
Posko logistik AMPB di sekitar kawasan Senayan dilaporkan menerima berbagai bantuan secara swadaya. Bantuan tersebut antara lain berupa air mineral, makanan siap saji, buah-buahan hingga dukungan ambulans gratis.
Gerakan Humanity Care yang digerakkan oleh warganet juga dilaporkan berhasil menghimpun donasi sekitar Rp70 juta. Dana tersebut kemudian digunakan untuk menyediakan 50 gerobak makanan UMKM gratis serta fasilitas toilet mobil bagi peserta aksi.
Dukungan tersebut menunjukkan bahwa aksi tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga memunculkan solidaritas publik dalam bentuk bantuan logistik kepada massa yang hadir.
Jumlah Massa Melampaui Estimasi Awal
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa situasi Jakarta tetap aman dan kondusif. Berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang diterima kepolisian, jumlah massa diperkirakan sekitar 500 orang.
Namun, perkembangan di lapangan menunjukkan jumlah peserta aksi meningkat setelah sejumlah rombongan dari luar daerah dan kelompok mahasiswa bergabung di kawasan Senayan.
Lonjakan massa tersebut membuat aparat melakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Gatot Subroto dan Jalan Gerbang Pemuda.
Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiagakan personel gabungan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan yang menjadi akses transportasi umum.
Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan aktivitas masyarakat, perekonomian, dan pelayanan publik di Ibu Kota tetap berjalan.
Aparat kepolisian mengimbau seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, menjaga fasilitas umum, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu kericuhan.
Di sisi lain, keterbukaan DPR untuk menerima perwakilan demonstran menjadi salah satu jalur dialog yang dapat ditempuh agar berbagai tuntutan massa dapat disampaikan secara langsung melalui mekanisme demokrasi. (red)
