SUBANG, Nitikan.id – Kapolsek Binong AKP Edi Juhedi meresmikan Jembatan Gantung yang telah dibangun ulang di Kampung Gambiran Desa Karangsari Kec.Binong Kab.Subang, Rabu (12/4/2023).
Pembangunan jembatan yang dinamai Jembatan Bhayangkara itu atas arahan dan petunjuk Kapolres Subang AKBP Sumarni,
“Jembatan gantung tersebut dibangun dari anggaran swadaya masyarakat dibantu oleh Polsek Binong dan di resmikan oleh saya selaku Kapolsek Binong,” ujar Kapolsek.
Pembangunan Jembatan baru untuk menggantikan jembatan lama, yakni jembatan gantung yang rusak akibat sudah lama dan rapuh.
“Kami berharap jembatan yang baru di bangun ini dapat memberikan kemudahan akses bagi warga dalam menjalankan aktifitas,” imbuh AKP Edi.
Dia berharap jembatan tersebut dapat memberikan kemudahan akses bagi warga dalam menjalankan aktifitas. Tidak hanya itu, ia juga ingin kedepan jembatan ini dapat mendorong perkembangan perekonomian warga sekitar.
Singkat cerita terkait pembangunan jembatan tersebut diprakarsai oleh Bhabinkamtibmas Desa Karangsari Polsek Binong Aiptu Komarudin.
Aiptu Komarudin menjelaskan, sebelum jembatan gantung tersebut diperbaiki dan dibangun kembali, jembatan gantung tersebut kondisinya sangat memprihatinkan.
“Motivasi awal kami membangun jembatan gantung ini, karena jembatan ini merupakan akses warga untuk pergi ke sawah, dan keduanya adalah keselamatan warga. Karena waktu saya meninjau jembatan ini, jembatan ini dalam keadaan rusak dan harus diperbaiki segera,” jelas Bhabinkamtibmas Desa Karangsari Binong Komarudin.

Menurut Aiptu Komarudin, pada waktu itu datang ketua RT Desa Karangasari meminta bantuan dirinya untuk memperbaiki jembatan gantung tersebut.
Tanpa berfikir panjang dan Komarudin pun melihat langsung ada warga yang menyebrangi jembatan itu hendak tejatuh. Komarudian mengatakan kepada ketua RT bahwa dirinya bersedia melaksanakan pembangunan jembatan tersebut.
“Kemudian pak RT bertanya kepada saya, lalu dananya dari mana pa? Saya bilang, saya ga punya dana tetapi saya punya keahlian membuat kerajinan golok yang nantinya bisa dijual,” terang Bhabinkamtibmas Desa Karangsari Binong.
Hasil dari penjualan golok yang dibuat Komarudin pun kemudian dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan material dan sebagainya.
Tak disangka, kata Komarudin, ternyata antusias dan gotong royong warga Desa Karangsari sangat luar biasa. Semangat kebersamaan antara Polri dan warga untuk membangun jembatan ini ia rasakan begitu dalam.
“Uang hasil penjualan golok saya digunakan untuk biaya perbaikan, dan bahan material seperti kayu dan bambu semuanya dari swadaya warga,” kata Komarudin.
Perbaikan jembatan yang dilakukan Komarudin bersama warga dikerjakan pada bulan suci Ramadan dengan kurun waktu selama satu minggu. Dari hasil kerja keras dirinya bersama warga, Komarudin berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga.
“Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan oleh warga dan bisa menjaga keselamatan warga pada saat pergi ke sawah, keduanya Kp. Gambiran ini kan memang kampung yang berada di ujung yang sarana dan prasarananya masih kurang maksimal sehingga kampung ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah,” ungkapnya.

