• Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
Kamis, Juli 9, 2026
Nitikan.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
No Result
View All Result
nitikan.id
No Result
View All Result
Home Opini

Che Guevara dan Jejak Revolusi Nabi Muhammad

Nitikan.id by Nitikan.id
16/11/2025
in Opini
0 0
0
Che Guevara dan Jejak Revolusi Nabi Muhammad
0
SHARES
66
VIEWS
Bagi ke WhatsAppBagi ke Facebook

Oleh: Hgr Dinandaru shobron

Pegiat rumah baca Tunas Aksara
Pamanukan

 

 

 

Ada kalimat legendaris yang sering dikutip dari Ernesto “Che” Guevara:

“Jika engkau gemetar karena melihat ketidakadilan di muka bumi, maka engkau adalah sahabatku.”

Kalimat itu lahir dari hati yang menolak tunduk pada sistem yang menindas tapi bila kita menengok lebih dalam, gema kalimat itu terasa seperti bisikan dari sejarah yang lebih tua: suara kenabian yang menyeru agar manusia berdiri di sisi yang benar, melawan setiap bentuk kezaliman, sekalipun harus sendirian. Pada titik inilah, Che Guevara sang revolusioner Latin dan Nabi Muhammad ﷺ sang revolusioner dari jazirah Arab bertemu dalam arus nilai yang sama: pembebasan manusia.

Che Guevara lahir di Argentina tahun 1928 dalam keluarga kelas menengah. Sejak muda, ia menyaksikan penderitaan rakyat miskin di pelosok Amerika Latin: anak-anak kurus, petani yang diperas perusahaan asing dan rakyat yang hidup di bawah bayang-bayang oligarki.Pengalaman itu menanamkan luka dihatinya tapi dari luka itu tumbuh empati dan dari empati tumbuh keberanian untuk melawan.

Begitu pula dengan Nabi Muhammad ﷺ. Ia tumbuh di tengah masyarakat Mekah yang timpang: para pedagang kaya menumpuk harta sementara budak dan yatim diperlakukan seperti barang. Setiap hari beliau melihat kesenjangan yang melukai nurani hatinya bergetar bukan karena ambisi politik tapi karena rasa tidak rela melihat manusia dihina oleh sesama manusia.

Baik Che maupun Nabi Muhammad memulai perjalanan dari tempat yang sama: getaran hati yang jujur terhadap penderitaan manusia. Disanalah revolusi sejati lahir, bukan dari teori atau ambisi melainkan dari kepekaan nurani.

Che Guevara meninggalkan kehidupan yang nyaman sebagai dokter dan memilih jalan perang gerilya. Ia tahu risikonya: lapar, penyakit, kematian yang menanti di setiap sudut hutan tapi ia tetap melangkah. Sebab bagi Che, “diam di tengah ketidakadilan adalah bentuk kejahatan yang paling halus.”

Demikian pula Nabi Muhammad ﷺ. Ketika wahyu pertama turun, beliau tahu bahwa kebenaran yang dibawanya akan mengguncang struktur sosial Quraisy. Beliau diancam, diasingkan, dihina, bahkan hampir dibunuh tapi beliau tidak mundur. Sebab dalam dirinya ada keyakinan bahwa setiap langkah kebenaran memang harus menempuh jalan sunyi.

Keduanya sama-sama tahu: jalan pembebasan tidak pernah mudah. Revolusi, dalam bentuk apa pun, selalu menuntut pengorbanan.

Che memilih jalan bersenjata, ia percaya bahwa kekuasaan yang menindas hanya bisa dijatuhkan dengan kekuatan. Ia melawan imperialisme Amerika dan para diktator Latin. Sementara Nabi Muhammad ﷺ membangun kekuatan spiritual dan sosial dari akar masyarakat dari bilik rumah Arqam bin Abi Arqam dari hati-hati yang dibersihkan oleh tauhid.

Namun di balik perbedaan cara, keduanya punya tujuan yang sama: menegakkan keadilan dan memerdekakan manusia. Nabi Muhammad tidak memerangi Quraisy karena dendam tapi karena sistem yang mereka bangun telah merendahkan martabat manusia. Demikian pula Che, yang tidak berperang untuk kekuasaan tapi untuk menghapus struktur penindasan yang membuat manusia kehilangan harga diri.

Keduanya ingin dunia di mana manusia tidak lagi diperbudak oleh sesama manusia baik melalui ekonomi, politik, maupun ideologi.

Di negara Kuba, Che dikenal bukan hanya karena senjatanya, tapi karena kesederhanaannya. Ia tidur di barak bersama tentara biasa, makan seadanya, menolak fasilitas istimewa. Ia bahkan menulis surat kepada istrinya bahwa “seorang revolusioner sejati diukur bukan dari apa yang ia miliki, tapi dari apa yang ia berani tinggalkan.”

Nabi Muhammad ﷺ pun hidup dengan kesederhanaan yang memalukan para raja. Ketika kekuasaan Islam sudah besar, beliau tetap tidur di atas tikar kasar, menambal sandalnya sendiri dan menolak kemewahan. Suatu hari Umar bin Khattab menangis melihat bekas tikar di punggung Nabi, tapi beliau hanya tersenyum dan berkata, “Dunia ini bukan untuk kita, wahai Umar.”

Kesederhanaan mereka bukan gaya hidup, tapi strategi spiritual. Sebab seseorang tak akan pernah mampu memperjuangkan kebebasan jika ia masih diperbudak oleh nafsu dan kemewahan.

Che Guevara pernah berkata,

“Revolusi bukan hanya soal kebencian terhadap penindas, tetapi tentang cinta yang begitu besar kepada manusia.”

Kalimat ini seolah bersambung dengan sabda Nabi Muhammad ﷺ:

“Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”

Dibalik darah dan peluru, Che sejatinya adalah manusia yang mencintai. Ia percaya bahwa dunia hanya bisa berubah bila manusia mampu mencintai dengan cara yang radikal bukan sekadar romantis tapi cinta yang menuntut pengorbanan.

Begitu pula Nabi, cinta adalah jantung dari seluruh perjuangannya , dari cinta itulah lahir kesabaran di Thaif, pengampunan di Fathu Makkah, dan doa bagi musuh-musuhnya. Cinta bagi Nabi bukan kata tapi aksi yang membebaskan.

Jika kita menelusuri garis sejarah panjang, perjuangan Che dan Nabi Muhammad tampak seperti dua sungai yang berbeda tapi mengalir ke samudra yang sama. Keduanya melawan penindasan yang bersumber dari sistem: kapitalisme, feodalisme, atau kesyirikan. Keduanya menolak manusia dijadikan alat oleh kekuasaan.

Di Mekah, revolusi Nabi mengguncang struktur ekonomi dan spiritual Quraisy sedangkan di Havana, revolusi Che mengguncang kekuasaan kapitalisme global. Dua-duanya adalah bentuk tauhid sosial, keyakinan bahwa hanya Allah (atau Kebenaran) yang layak disembah, bukan uang, bukan kekuasaan, bukan manusia.

Banyak orang mengira agama dan revolusi adalah dua dunia yang berbeda tapi dalam pandangan Che dan Nabi Muhammad, keduanya adalah satu napas.

Bagi Che, revolusi adalah bentuk moralitas tertinggi: keberpihakan kepada yang tertindas. Bukankah Nabi Muhammad juga datang untuk itu? “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak,” sabda beliau maka akhlak tertinggi bukan sekadar sopan santun tapi keberanian menegakkan keadilan di tengah ketimpangan.

Kemudian disinilah titik pertemuan itu terjadi: agama dan revolusi sama-sama mencari pembebasan. Agama membebaskan batin dari keserakahan; revolusi membebaskan jasad dari penindasan.

Che Guevara mati ditembak di Bolivia pada tahun 1967 namun ironinya, kematiannya justru membuatnya hidup selamanya dalam ingatan dunia. Wajahnya menjadi ikon perlawanan global bukan karena senjatanya tapi karena moralitasnya.

Nabi Muhammad ﷺ juga telah wafat lebih dari 1400 tahun lalu, tapi ajarannya terus hidup dalam hati miliaran manusia. Beliau tidak meninggalkan patung, istana, atau monumen, melainkan nilai-nilai yang tak bisa disirnakan oleh waktu.

Keduanya membuktikan bahwa kematian hanyalah batas fisik; perjuangan yang dilandasi cinta dan kejujuran akan selalu menemukan cara untuk hidup kembali dalam generasi berikutnya.

Che Guevara adalah contoh bagaimana manusia modern bisa menemukan spiritualitas tanpa harus menyebut nama Tuhan secara formal. Ia adalah pengingat bahwa nilai profetik cinta, keadilan, empati bisa hidup di mana saja. Sedangkan Nabi Muhammad ﷺ adalah sumber mata air yang menegaskan bahwa spiritualitas sejati selalu bersentuhan dengan realitas sosial.

Kita sering mengira Nabi hanya mengajarkan ibadah ritual padahal, shalat dan zakat hanyalah sarana yang mana tujuan akhirnya adalah membangun masyarakat adil dan penuh kasih. Itulah pula yang dikejar Che: masyarakat tanpa kelas, tanpa penindasan.

Kita hidup di dunia yang semakin modern tapi semakin tidak adil. Ketimpangan ekonomi melebar, kekuasaan dikuasai segelintir orang, dan nurani sering dibungkam oleh kenyamanan. Dalam konteks ini, sosok Che dan Nabi Muhammad seolah memanggil kita untuk bertanya: Dipihak mana kita berdiri?

Apakah kita masih bisa bergetar ketika melihat ketidakadilan, seperti Che? Apakah kita masih mampu menahan diri dari godaan dunia, seperti Nabi?

Revolusi hari ini tidak selalu berbentuk perang atau kudeta. Ia bisa berupa keberanian menolak korupsi, membela yang tertindas, atau menegakkan kebenaran di tengah kebohongan publik. Dalam skala sekecil apa pun setiap tindakan adil adalah kelanjutan dari jejak Nabi Muhammad.

Che Guevara dan Nabi Muhammad ﷺ adalah dua sosok dari zaman dan latar yang berbeda. Yang satu ateis revolusioner, yang satu utusan Tuhan tapi bila kita menembus sekat-sekat simbol, kita akan menemukan bahwa keduanya sama-sama digerakkan oleh cinta dan keadilan.

Mungkin Che tidak membaca Al-Qur’an, tapi ia menjalankan sebagian maknanya: membela yang lemah, menolak keserakahan, dan hidup sederhana. Mungkin banyak dari kita yang membaca Al-Qur’an setiap hari tapi belum benar-benar menjiwai semangat revolusi kasih yang terkandung di dalamnya.

Pada akhirnya, revolusi terbesar bukan hanya menggulingkan penguasa tapi membebaskan diri dari kezaliman yang bersembunyi di dalam hati.
Itulah jejak sejati revolusi Nabi Muhammad dan di sanalah, dalam caranya yang berbeda, Che Guevara masih berjalan di belakang beliau menelusuri jalan sunyi menuju kemerdekaan yang sejati: kemerdekaan jiwa.

Next Post
Galuh Pakuan Siapkan Rp1 Miliar untuk Dukung Cabang Olahraga Subang Hadapi BK Porprov Jabar

KONI Subang Tercekik Anggaran, Galuh Pakuan Justru yang Bergerak—Ada Apa dengan Pemkab?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • Semesta Memanggil
  • Jernih Membaca Om Zein, dari Jalanan ke Jabatan Publik
  • Riuhnya Ruang Publik Kita: Humas Kekuasaan versus Penyambung Suara Rakyat
  • Mahasiswa Subang Gelar Aksi “Indonesia Tercekik”, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Pemerintah
  • Demokrasi Tidak Berhenti di Kotak Suara
  • panen4d
  • joker123
  • slot777
  • slot scatter hitam
  • https://protuning.id/
  • https://ptnobelindonesia.com/
  • https://okegas.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/
  • https://store.scuto.co.id/wp-content/products/
  • https://selumakab.go.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/duta777/
  • https://krakatauniaga.co.id/run/
  • https://bossfood.co.id/wp-content/pound/
  • https://befood.id/run/?id=nanastoto
  • slot138
  • slot138
  • sultan69
  • joker123
  • slot mahjong
  • slot depo 10k
  • demo mahjong
  • slot bet 200
  • slot gacor
  • https://consumerstore.siccura.com/
  • https://blog.sparkresto.com/
  • https://jurnal.anfa.co.id/
  • sultan188
  • duniacash
  • https://dewa138.xyz/
  • sultan188 login
  • https://dhumanotmp.xoc.uam.mx/
  • https://programainfancia.xoc.uam.mx/
  • https://fe.unik-kediri.ac.id/
  • https://techno.ru.ac.th/en/contact/
  • sultan188
  • https://problemaseducacion.xoc.uam.mx/

Nitikan.id merupakan salah satu media siber yang berada dibawah naungan PT Poros Media. Nitikan.id ingin menyajikan konsep jurnalis yang memihak pada kepentingan publik, membawa pencerahan, membangun ruang kesadaran serta menumbuhkan semangat literasi dan perubahan.

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Headline
  • Hukum
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Profile
  • Ragam
  • Science
  • Seni Budaya
  • Tak Berkategori
  • Teknologi
  • Wisata
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Term Of Use

© 2024 Nitikan.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata

© 2024 Nitikan.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • slot demo terbaik
  • https://grupoceleron.com/
  • slot gacor malam ini
  • https://aldypay.com/credit-purchase/
  • https://www.sharpener.tech/blog/
  • http://www.dramsyar.com.my/dramsyarservices/
  • https://urbanbat.org/salto-al-vacio/
  • https://kemin.gov.kg/
  • https://vjcc.org.vn
  • ggsoft
  • spaceman
  • slot dana
  • sv388
  • https://www.starfilterind.com/filter-cartridge/
  • https://santillan.ec/contacto/
  • https://travelnevada.fr/blog/
  • http://www.agfarma.com/about/
  • situs138
  • ggsoft
  • slot88
  • https://rgc.com.br/contato/
  • duniacash
  • https://restaurantemoche.com/contact-me/
  • https://agri.ubru.ac.th/
  • https://pedrolopez.pt/
  • https://ezap.edu.vn/
  • slot gacor
  • sultan188
  • slot 10k
  • https://revoar.org/contato/
  • https://www.woodyantique.com/testimonial
  • beras11
  • slot 10k
  • https://paninibay.com/
  • slot depo 5k
  • slot qris
  • https://tagme.com.br/login/
  • slot depo 10k
  • situs slot online
  • ggsoft
  • https://atmaenterprise.com/
  • https://www.lepagefoodanddrinks.com/private-cheffing
  • https://weddingdive.com/idea/
  • https://de.goodstats.id/gehry-architecture/
  • https://www.facility.management.zarz.agh.edu.pl/kontakt/
  • slot 138
  • https://hub.egaleo.gr/prosklisi-kypee/
  • https://store.amerimed.net/
  • https://zlatnadvorana.com/galerija/
  • slot69
  • slot69
  • https://iesmontilivi.net/noticies/
  • https://trrhospitals.com/about-us/
  • https://astaracademy.edu.my/contact-us/
  • https://clinicaitabayana.com/herpeszoster/
  • https://khcn.tbd.edu.vn/danh-muc/linh-vuc-nghien-cuu/
  • https://ca.zonajakarta.com/privacy-policy/
  • https://digital.melintas.id/careers/
  • https://cityluxurycarsrental.com/brands/
  • https://technobox.mk/kalkulator/
  • https://beras11.vip/