Vatikan, Nitikan.id – Dunia Katolik dan komunitas global berduka atas wafatnya Paus Fransiskus, pemimpin spiritual Gereja Katolik Roma ke-266, pada Senin pagi (21/4). Paus Fransiskus menghembuskan napas terakhir di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan, pukul 07.35 waktu setempat (05.35 GMT). Kabar duka ini diumumkan secara resmi oleh Kardinal Kevin Farrell melalui kanal resmi Vatikan.
Kronologi Wafatnya Paus Fransiskus
Satu hari sebelum wafat, Paus Fransiskus masih sempat memimpin misa Paskah di Lapangan Santo Petrus, meski dalam kondisi kesehatan yang lemah. Kematiannya terjadi setelah perjuangan panjang melawan penyakit pernapasan serius.
Riwayat Kesehatan yang Memburuk
Paus Fransiskus, yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio, telah lama menderita masalah kesehatan, terutama paru-paru. Ia sempat dirawat intensif sejak 14 Februari 2025 di Rumah Sakit Gemelli, Roma, akibat bronkitis yang berkembang menjadi pneumonia bilateral. Ia juga mengalami anemia dan gangguan ginjal ringan.
Meski menunjukkan perbaikan dan kembali ke Vatikan, kesehatannya tetap rapuh. Paus pernah menjalani pengangkatan sebagian paru-paru di masa mudanya, yang membuatnya rentan terhadap infeksi.
Penyebab Kematian
Berdasarkan laporan resmi Vatikan, penyebab utama kematian Paus Fransiskus adalah pneumonia bilateral yang diperparah oleh kondisi paru-paru kronis dan usia lanjut. Ia meninggal dalam keadaan damai, dikelilingi oleh staf terdekat dan pemimpin gereja senior.
Profil Singkat Paus Fransiskus
Lahir di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Desember 1936, Paus Fransiskus merupakan Paus pertama dari Amerika Latin dan ordo Jesuit. Ia menjabat sebagai Uskup Agung Buenos Aires sejak 1998 dan menjadi Paus sejak 13 Maret 2013.
Ia dikenal karena kesederhanaannya, gaya hidup bersahaja, serta pendekatan progresif dalam isu sosial dan kemanusiaan, meskipun tetap memegang teguh ajaran doktrinal gereja.
Warisan dan Kontribusi
Paus Fransiskus meninggalkan warisan besar bagi Gereja Katolik dan dunia:
- Kunjungan ke Indonesia (2024): Mengunjungi Indonesia dan menandatangani Deklarasi Istiqlal 2024 untuk mendorong kerukunan antaragama.
- Seruan Kemanusiaan Global: Vokal dalam menyerukan perdamaian di Gaza dan krisis kemanusiaan global.
- Reformasi Gereja: Menggagas reformasi internal Gereja meski menghadapi tantangan dan kontroversi.
Reaksi Dunia atas Wafatnya Paus
- Vatikan menyebut wafatnya Paus sebagai “kehilangan besar bagi umat manusia.”
- Pemimpin dunia, tokoh lintas agama, dan umat Katolik di seluruh dunia menyampaikan belasungkawa mendalam.
- Tagar #PausFransiskus dan #RestInPeacePope mendominasi media sosial sejak kabar kematian diumumkan.
Proses Suksesi Paus
Dengan meninggalnya Paus Fransiskus, Gereja Katolik akan segera memasuki masa konklaf, yaitu pemilihan Paus baru. Transisi ini diperkirakan akan mempengaruhi arah kebijakan Gereja, termasuk kelanjutan program dialog antaragama dan perlindungan lingkungan.
Hoaks Sebelumnya
Sebelumnya, pada Februari 2025, sempat beredar hoaks mengenai kematian Paus Fransiskus. Informasi tersebut dibantah langsung oleh Vatikan, menyebut Paus saat itu masih dalam perawatan intensif dan belum wafat.
Paus Fransiskus meninggal dunia pada usia 88 tahun setelah berjuang melawan pneumonia bilateral. Ia dikenang sebagai sosok revolusioner yang memimpin Gereja dengan cinta, kesederhanaan, dan dedikasi kemanusiaan. Kepergiannya menjadi titik balik sejarah, dengan dunia kini menantikan arah baru kepemimpinan Vatikan.

