Washington, D.C., Nitikan.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Sabtu malam bahwa militer AS telah melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan. Langkah ini menandai keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam konflik yang kian memanas di Timur Tengah.
“Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat sukses terhadap tiga situs nuklir Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Isfahan. Seluruh pesawat kini telah keluar dari wilayah udara Iran,” tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.
Trump menambahkan bahwa “muatan penuh BOM telah dijatuhkan di situs utama, Fordow.” Ia menutup pernyataannya dengan seruan untuk perdamaian.
Dalam unggahan lanjutan, Trump mengumumkan bahwa ia akan menyampaikan pidato kenegaraan pada pukul 22.00 waktu setempat (ET), Sabtu malam.
“INI ADALAH MOMEN BERSEJARAH BAGI AMERIKA SERIKAT, ISRAEL, DAN DUNIA. IRAN HARUS SEKARANG MENYETUJUI UNTUK MENGAKHIRI PERANG INI. TERIMA KASIH!” tulis Trump. Ia juga membagikan ulang unggahan media sosial yang menyatakan, “FORDOW HANCUR.”
Serangan dengan Pesawat Penembus Bunker
Menurut sumber yang mengetahui operasi tersebut, militer AS menggunakan pesawat pengebom siluman B-2 untuk melancarkan serangan ini. B-2 adalah satu-satunya pesawat yang mampu membawa bom penembus bunker Massive Ordnance Penetrator (MOP) seberat 30.000 pon, yang dinilai sebagai satu-satunya jenis bom yang berpotensi menghancurkan fasilitas bawah tanah Fordow milik Iran.
Setiap pesawat B-2 mampu membawa dua bom MOP. Serangan terhadap Fordow ini menjadi tonggak bersejarah, karena selama beberapa dekade para presiden AS sebelumnya selalu menghindari pilihan untuk menyerang langsung fasilitas nuklir Iran.
Eskalasi Krisis Regional
Keputusan Trump untuk menyerang Iran secara langsung meningkatkan ketegangan secara signifikan dan menjadi salah satu keputusan paling monumental di awal masa jabatan keduanya. Ini juga menjadi pertama kalinya sejak Revolusi Iran 1979, AS meluncurkan serangan udara terhadap fasilitas strategis di dalam wilayah Iran.
Iran sebelumnya telah memperingatkan akan melakukan pembalasan jika diserang. Menyusul eskalasi ini, aset-aset militer AS dilaporkan mulai dikerahkan di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk persiapan menghadapi potensi serangan balasan dari Iran.
Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran atas serangan ini. Namun, para analis memperkirakan respons keras bisa datang dalam waktu dekat, memperdalam krisis yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.

