Nitikan.id – Tanaman Bonsai merupakan tanaman yang sengaja dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas
Struktur tanaman mulai dari akar, batang, hingga daun diberi perlakuan agar diperoleh bentuk menarik seperti yang diinginkan. Oleh karenanya budidaya tanaman bonsai dianggap sebuah bagian dari seni.
Namun, tahukah Nitikers sejarah asal mula dan penyebaran tanaman bonsai ini berkembang?
Jepang merupakan bangsa yang memiliki beragam kebudayaan yang unik dan menarik, banyak kebudayaan merupakan hasil akulturasi kebudayaan luar Jepang. Kebudayaan Jepang sejak dinasti Yamato telah mendapatkan pengaruh besar dari Buddhisme dan peradaban Cina.
Begitu juga dengan bonsai yang merupakan penyerapan budaya dari Cina. Bonsai merupakan suatu kebiasaan masyarakat Cina menanam tanaman yang dikerdilkan di dalam pot. Kebiasaan ini disebut punsai atau penzai.
Seni Punsai di Cina
Punsai ini pertama kali dibuat oleh Ton Guen Ming yang merupakan pejabat kelas atas pada pemerintahan dinasti Ch’in pada abad ke-2 SM.,
Pada awalnya kegemaran punsai ini hanya dilakukan oleh para bangsawan namun lama kelamaan hobi punsai pun menjadi kegemaran yang tidak hanya terbatas pada bangsawan saja.
Pada awalnya punsai yang dibuat sebagai pelipur lara terhadap perasaan jenuh kehidupan bernegara. Jenis tanaman yang pertama kali ditanamnya adalah bunga krisan (chrisantemun Sp).
Bonsai Jepang
Seni Punsai atau Bonsai tersebut ini kemudian di bawa ke Jepang sekitar tahun 1200 dan berkembang dengan pesat mulai 1900-an. Bonsai mulai disebarluaskan oleh bangsa Jepang ke seluruh dunia.
Bonsai terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Jepang, yaitu bon yang berarti pot dan sai yang berarti tanaman. Jadi, bonsai dapat diartikan sebagai tanaman yang di pelihara di dalam pot. Namun, tidak semua tanaman di dalam pot dapat di sebut bonsai karena tanaman tersebut harus memenuhi kriteria tertentu.
Perkembangan Bonsai di Jepang
Pada tahun 1914, adalah pertama kalinya Jepang mengadakan pameran bonsai di negaranya sendiri, yang diselenggarakan di Tokyo. Pada tahun 1933 dan 1934, bonsai mencapai kejayaan di Jepang. Kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Nagoya sering kali mengadakan pameran-pameran bonsai. Para kolektor dan pencinta bonsai mulai memamerkan koleksinya.
Namun pada perang dunia kedua berlangsung, perkembangan seni bonsai di Jepang memasuki masa suramnya. Namun setelah kekuatan negara kembali pulih dan taraf kehidupan rakyat menjadi stabil, barulah seni bonsai kembali berkembang pesat hingga saat ini.
Seiring dengan perkembangan bonsai di Jepang, maka pada tanggal 18 Februari 1965 didirikanlah Asosiasi Bonsai Jepang (Nihon Bonsai Kyookai). Bertujuan untuk memasyarakatkan, melestarikan dan meningkatkan seni bonsai, sekaligus mengembangkan kemampuan rakyat untuk memajukan kebudayaan bangsa Jepang.
Kegiatan asosiasi ini antara lain menyebarkan teknik pembuatan bonsai di dalam maupun di luar Jepang, mendidik ahli bonsai, meneliti pembibitan bonsai, mengadakan pameran, dan penerbitan majalah atau buku-buku mengenai bonsai.
Penyebaran Bonsai di Dunia
Jauh sebelum penyebaran seni bongsai di Jepang, Jepang sudah mulai memperkenalkan seni bonsai ke mancanegara, baik ke Eropa, Amerika Utara, Austarlia, Asia dan kenegara-negara lainnya.
Terbukti dengan ditampilkan koleksi-koleksi bonsai untuk pertama kalinya dalam pameran World Fair di Prancis tahun 1878. Namun yang ditampilkan sebenarnya bukanlah bonsai, melainkan semacam group planting atau mini forest.
Pada saat itu surat kabar setempat memberitakan pameran tersebut, namun tidak dianggap sebagai seni yang istimewa.
Barulah pada tahun 1889 di Prancis, Jepang menempatkan bonsai secara fokus utama di pavilyunnya untuk pertama kali. Surat kabar setempat yang memberitakan sebelumnya pada tahun 1878, berubah penilaiannya.
Mereka mengakui seni tersebut sangat menabjubkan, karna pohon yang umurnya lebih dari satu abad, namun tingginya tidak lebih dari tinggi anak kecil, dan bentuknya benar-benar alami serta berseni. Sejak itulah bonsai tersebar ke seluruh dunia.
☆☆☆☆☆

