Nitikan.id – Fisikawan modern menyebutnya Wormhole atau Lubang Cacing. Sebuah jalan pintas dalam lipatan ruang-waktu yang memungkinkanmu melompat dari satu galaksi ke galaksi lain tanpa harus naik roket dan tanpa harus menunggu ribuan tahun cahaya.
Namun ada versi lain, yang lebih awal, kadang dilafalkan dalam sunyi, dan lebih sering dlupakan, yaitu Al-Fatihah.
Di tengah keruwetan hidup, tagihan cicilan, tugas, dan rencana masa depan yang belum jelas, kadang hidup ini seperti labirin tanpa denah.
Waktu terasa cepat saat main HP, tapi lambat saat menunggu tanggal gajian. Pagi datang tiba-tiba dan malam berlalu dengan singkat.
Mungkin waktu memang lentur seperti yang dibilang Einstein. Atau mungkin manusia saja yang tak lagi lentur menyerap makna.
Waktu aku beranjak gede, Kakekku dengan kaos oblong cap cabe, sambil menghisap kretek Sriwedari di kursi rotan pernah berkata: “Kalau hidup mulai muter-muter gak jelas, baca Al-Fatihah. Ulang lagi dari awal. Itu bisa jadi peta untuk jalan pulang.”
Al-Fatihah bukan cuma bacaan pembuka shalat. Al-Fatihah ibarat password masuk WiFi sebelum terkoneksi ke Tuhan. Bisa dimaknai sebagai portal lubang cacing spiritual.
Dalam sains, lubang cacing itu bukan mitos. Dalam teori relativitas, hal itu mungkin ada, hanya saja belum pernah dilihat secara kasat mata. Karena jalannya tidak mudah dan tersembunyi.
Begitu juga Al-Fatihah yang merupakan jalan tersembunyi dalam suara-suara hati yang lirih.
Bismillahirrahmanirrahim kode aksesnya. Kunci utama seperti menekan tombol “start” dengan niat yang lurus.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Lokasi koordinat. Kamu sedang berada di alam semesta milik Sang Pencipta alam semesta.
Ar-Rahmanir-Rahim. Sistem ini dijalankan oleh Tuhan yang Maha Penyayang. Ada jaminan garansi kasih sayang. Jadi, kamu tidak sendirian.
Maaliki yaumiddin. Waktumu akan berakhir di dunia. Akan ada hari evaluasi penuh.
Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Ini ibarat klik “I agree” pada syarat dan ketentuan. Bahwa kamu harus tunduk.
Ihdinash shirathal mustaqim. Jalan yang lurus adalah tujuan di antara jalan berliku dan bercabang.
Shirathalladzina an’amta ‘alaihim… Ini ibarat histori penjelajahan. Banyak yang sudah melewati jalan ini, namun banyak juga yang tersesat ke jalan buntu atau pun jurang curam.
Shalat, pada level tuma’ninah akan mengatur ruang hatimu dan waktu jiwamu.
Kenapa harus lima waktu? Entahlah hanya Tuhan yang Mengetahui. Atau karena manusia selalu lupa dan hilang arah lima kali sehari?
Dan di setiap shalat itulah kita diajak masuk ke wormhole kecil, ke tempat yang sama yaitu Al-Fatihah.
Dalam dunia yang sibuk mengejar teknologi, kecepatan, dan efisiensi, kadang kita lupa bahwa jalan tercepat menuju ketenangan bukanlah 5G atau kereta cepat, namun Al-Fatihah.
Tidak butuh sinyal, WiFi, atau pun satelit. Yang dibutuhkan adalah hati yang ikhlas dan kesadaran bahwa kita sedang tersesat dan ingin pulang.
Jadi, kalau suatu hari kamu merasa hidupmu sedang stuck, loading terus, atau mengarah ke ketersesatan. Saat itulah kamu butuh baca peta dari langit. Baca Al-Fatihah. Dan biarkan wormhole kecil itu membawamu ke tempat kamu seharusnya berada.
**

