Subang, Nitikan.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang mencatat adanya peningkatan signifikan kasus pencabulan di wilayah Kabupaten Subang sepanjang tahun 2025. Data tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Subang, Reza Vahlevi, saat ditemui awak media di Kantor Kejari Subang, Rabu (25/6/2025).
“Untuk tren kasus pencabulan, memang ada peningkatan dari awal tahun hingga Juni ini,” ujar Reza.
Menurut Reza, mayoritas korban dalam kasus pencabulan yang ditangani merupakan anak di bawah umur. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak kejaksaan, yang juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih aktif dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka.
“Kasusnya kebanyakan terjadi pada anak-anak di bawah umur. Ini harus menjadi perhatian serius bagi orang tua. Mereka harus lebih waspada dan memperhatikan lingkungan pergaulan serta aktivitas anaknya, baik di dunia nyata maupun digital,” tambahnya.
Momentum pertengahan tahun yang biasanya menjadi waktu penerimaan siswa baru juga ikut membawa dinamika tersendiri bagi penanganan kasus tersebut. Sejumlah orang tua dari anak yang terlibat atau terdampak kasus pencabulan mencoba meminta surat rekomendasi dari Kejari untuk keperluan pendaftaran Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB).
“Tercatat ada tiga orang tua yang datang ke kantor kami untuk meminta surat rekomendasi. Namun kami tidak bisa mengabulkan permintaan tersebut, mengingat ada pertimbangan terhadap masa depan anak dan kondisi psikologisnya,” kata Reza.
Ia menegaskan bahwa meskipun pihak kejaksaan memahami keinginan orang tua untuk tetap melanjutkan pendidikan anak-anaknya, namun keputusan tersebut harus mempertimbangkan kepentingan jangka panjang, baik bagi korban, pelaku, maupun masyarakat.
Kejari Subang juga menyampaikan akan terus memperkuat koordinasi dengan pihak terkait, termasuk kepolisian, lembaga perlindungan anak, dan sekolah-sekolah, guna menekan angka kekerasan seksual terhadap anak.
“Kami berharap masyarakat tidak segan melaporkan jika mengetahui ada indikasi kekerasan seksual, terutama yang melibatkan anak-anak. Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah trauma berkepanjangan,” tutup Reza.
News Source : Purwasuka Viva

