Nitikan.id — Meta Platforms, Inc., perusahaan teknologi milik Mark Zuckerberg, tengah menghadapi gelombang keluhan dari ribuan admin grup Facebook di seluruh dunia. Keluhan tersebut terkait dengan pemblokiran dan suspensi massal sejumlah grup tanpa alasan yang jelas, termasuk grup dengan anggota mencapai ratusan ribu hingga jutaan orang.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di luar negeri, tetapi juga berdampak pada banyak grup Facebook di Indonesia. Para admin mengaku tidak menerima penjelasan rinci dari Meta mengenai alasan pembekuan tersebut.
Beberapa grup yang terdampak dilaporkan menerima tuduhan pelanggaran berat, seperti penyebaran konten pornografi, ujaran kebencian, hingga terorisme. Namun, para pemilik grup membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa konten komunitas mereka bersifat positif.
“Grup kami hanya berisi tips hemat belanja dan sudah aktif bertahun-tahun. Tiba-tiba saja kami diblokir tanpa alasan yang jelas,” ujar seorang admin grup asal Amerika Serikat melalui platform Reddit, dikutip dari Kompas, Rabu (26/6/2025).
Lebih parahnya lagi, sejumlah admin melaporkan kehilangan akses ke akun pribadi mereka, yang membuat pengelolaan komunitas menjadi lumpuh total. Tak sedikit pelaku usaha yang terdampak secara ekonomi akibat insiden ini, karena banyak komunitas tersebut juga berfungsi sebagai sarana promosi dan interaksi bisnis.
Menanggapi hal ini, juru bicara Meta, Andy Stone, mengonfirmasi adanya gangguan teknis yang menyebabkan kesalahan dalam sistem moderasi.
“Kami menyadari adanya kesalahan teknis yang berdampak pada sejumlah grup Facebook. Tim kami sedang melakukan perbaikan,” tulis Stone melalui akun resmi X (dulu Twitter).
Dugaan sementara menyebutkan bahwa malfungsi berasal dari sistem moderasi berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Meta. Sistem tersebut kemungkinan besar secara keliru menandai aktivitas atau konten yang dianggap melanggar pedoman komunitas.
Insiden ini memicu munculnya petisi daring yang telah ditandatangani oleh ribuan pengguna. Dalam petisi tersebut, mereka menuntut Meta untuk segera memulihkan grup-grup yang diblokir dan memberikan transparansi terkait proses moderasi konten yang diterapkan.
Sementara itu, sebagian admin menyarankan sesama pengelola komunitas untuk tidak terburu-buru mengajukan banding, dan menunggu hingga sistem Meta sepenuhnya dipulihkan, merujuk pada pengalaman serupa yang pernah terjadi sebelumnya.
Meta belum memberikan estimasi waktu kapan masalah ini akan sepenuhnya diselesaikan. Namun, publik menanti langkah konkret dari raksasa teknologi tersebut demi menjaga kepercayaan pengguna dan keberlangsungan komunitas di platform mereka.

