Subang, Nitikan.id – PT DAHANA, perusahaan bahan peledak nasional anggota holding DEFEND ID, menerima kunjungan Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam rangkaian program “Eksplorasi Industri Pertahanan”. Kegiatan berlangsung di kawasan Energetic Material Center (EMC), Kampus DAHANA, Subang, Jawa Barat, pada pekan ini.
Kunjungan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi strategis Kemhan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan media dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Biro Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, serta diikuti oleh perwakilan dari berbagai media nasional, baik cetak, daring, maupun televisi.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mengeksplorasi berbagai fasilitas produksi dan pengujian bahan peledak milik DAHANA di EMC, yang dikenal sebagai pusat teknologi bahan peledak terintegrasi dan modern di Indonesia.
Brigjen Frega menjelaskan bahwa program Eksplorasi Industri Pertahanan ini merupakan upaya Kemhan membangun ekosistem informasi yang konstruktif mengenai industri pertahanan nasional. Menurutnya, media memegang peran strategis dalam membentuk persepsi publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sektor pertahanan.
“Kementerian Pertahanan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan pelaku industri dan media untuk menyampaikan informasi yang akurat, positif, dan strategis kepada masyarakat. Dengan keterbukaan dan kepercayaan, publik akan lebih memahami urgensi dari kemandirian pertahanan,” ujar Brigjen Frega.
Sementara itu, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DAHANA menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kemhan dan DEFEND ID dalam menyelenggarakan program eksplorasi ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan industri, melainkan langkah membangun komunikasi publik yang transparan dan kolaboratif.
“Kami menyampaikan penghargaan atas inisiatif ini. Program eksplorasi tidak hanya menjadi sarana diseminasi informasi kepada publik, tetapi juga jembatan sinergi antara pemerintah, industri, dan media. Ini adalah momentum penting untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan kepercayaan publik terhadap industri pertahanan nasional,” ujarnya.
Sebagai bagian dari DEFEND ID, PT DAHANA memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian alat utama sistem senjata (alpalhankam) nasional melalui penguasaan teknologi dan inovasi bahan peledak. DAHANA memproduksi berbagai produk untuk sektor militer seperti detonator militer, propelan roket, hingga pengisian bahan peledak untuk bom dan amunisi.
“Eksistensi industri pertahanan seperti DAHANA bukan semata pelaku ekonomi, tetapi juga penjaga kedaulatan melalui inovasi. Kehadiran media di sini merupakan bagian dari upaya membangun narasi dan persepsi positif tentang industri pertahanan dalam negeri,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, peserta kunjungan juga menerima paparan lengkap mengenai sejarah, profil perusahaan, produk unggulan, dan pencapaian DAHANA. Didirikan pada 1966 melalui Proyek Menang AURI, DAHANA kini menjadi perusahaan strategis nasional yang melayani kebutuhan bahan peledak untuk sektor militer maupun komersial.
Lini bisnis DAHANA meliputi sektor pertambangan umum, kuari dan konstruksi, migas, serta militer. Seluruh proses produksi dan pengembangan terpusat di EMC Subang yang dilengkapi fasilitas modern seperti laboratorium uji, bunker penyimpanan, dan infrastruktur distribusi berstandar tinggi.
Produk komersial andalan DAHANA antara lain DANFO, Dayagel, DABEX, Dayaprime, dan Dayadet. Untuk sektor militer, perusahaan memproduksi Bom P Series, roket pertahanan, dan kendaraan peluncur roket.
Rombongan juga berkesempatan meninjau langsung fasilitas produksi detonator serta bunker uji coba, menyaksikan proses produksi dengan penerapan standar keselamatan yang ketat.
Kegiatan di DAHANA merupakan bagian dari rangkaian eksplorasi industri pertahanan yang sebelumnya menyambangi PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, dan PT LEN Industri. Rangkaian kunjungan ini akan ditutup di PT PAL Indonesia, Surabaya, dengan fokus pada eksplorasi teknologi pertahanan maritim.

