• Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
Selasa, April 21, 2026
Nitikan.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
No Result
View All Result
nitikan.id
No Result
View All Result
Home Headline

Cerpen, Dunia Sagalarata

Awod Cobreti by Awod Cobreti
01/04/2025
in Headline
0 0
1
Cerpen, Dunia Sagalarata
0
SHARES
72
VIEWS
Bagi ke WhatsAppBagi ke Facebook

Nitikan.id – Di dunia datar bernama Sagalarata, segala sesuatu terlihat seperti gambar sederhana, garis lurus, lingkaran, sudut tajam, dan warna-warna polos. Di tengah kota yang penuh dengan pola geometris ini, hiduplah Sitilu, segitiga yang cerewet dan penuh rasa ingin tahu. Sitilu selalu mengajukan pertanyaan yang membuat mulut teman-temannya ternganga atau garuk-garuk kepala tidak gatal, “Eh, kenapa ya, lingkaran itu bulat terus nggak punya sudut?”

Pada suatu pagi yang cerah, satu bayangan misterius melintas di langit, suasana di Sagalarata tiba-tiba berubah menjadi penuh kehebohan. Bayangan itu, yang berbentuk seperti lingkaran raksasa yang menyusut dan membesar, membuat seisi kota berdesis, para penduduk persegi bertanya-tanya.”Apa itu? Aneh bentuknya! Hati-hati! Ayo bersembunyi!

Semua penduduk Sagalarata berlari ketakutan. Namun Sitilu, makhluk segitiga, dan temannya Sicatur, makhluk segiempat justru menghampiri ke tempat dimana bayangan misterius itu mendarat.

Sitilu tak tahan untuk bertanya kepada temannya, “Eh, Sicatur, kamu lihat tidak bayangan aneh itu? Apa ya?”

Sicatur yang penasaran menjawab dengan kening mengernyit, “Hmm… Entahlah. Mungkin itu cuma proyek seni baru. Tapi mengapa harus aneh begitu polanya?”

Mereka berdua dengan mengendap-endap menghampiri. Namun keduanya terkejut saat di hadapan mereka telah berdiri dua makhluk berbentuk 3 dimensi dengan gaya santai dan senyum misterius. Silimas dan Sikotak.

Silimas maju satu langkah ke depan, sesuatu yang belum pernah dilihat oleh penghuni Sagalarata, yang terbiasa dengan kesetaraan bidang.

Silimas memperkenalkan diri, “Hai, warga Sagalarata! Aku Silimas, dari Dunia Tinggi. Kalian pasti penasaran, ya, dengan bayangan yang melintas itu?”

Sicatur, dengan mata bersinar penuh keheranan. “Dunia Tinggi? Itu di mana? Apakah di sana juga ada garis lengkung?”

Silimas tertawa, “Bukan seperti itu. Di Dunia Tinggi, benda-benda punya ketebalan! Aku ini bukan hanya punya panjang dan lebar, tapi juga tinggi. Jadi, bayangan yang kalian lihat itu hanyalah irisan kecil dariku, lho!”

Sicatur, dengan sudut-sudutnya yang kaku, mengelus-elus sisi-sisinya dan bertanya, “Jadi, kalau aku punya ketebalan juga, apakah aku bisa jadi aku-aku sendiri, atau malah jadi kue lapis?”

Silimas tersenyum geli, “Hahaha, mungkin bisa dibilang seperti itu. Tapi ketebalan itu membuka dimensi baru yang sulit kalian gambarkan. Bayangkan saja, kalau kalian tiba-tiba hidup dan keluar dari kanvas. Itu mirip dengan apa yang aku alami di Dunia Tinggi.”

Dua makhluk itu hanya termangu tidak memahami perkataan Silimas. “Aku bingung,” ucap Sitilu, “selama ini kita cuma bisa melihat bayangan sendiri, padahal ada dunia lain yang penuh kejutan dan keanehan di sana?”

Silimas mengangguk sambil berjalan di antara bentuk-bentuk datar itu, “Tepat sekali! Di Dunia Tinggi, segala sesuatu tidak hanya punya garis dan sudut, tapi juga volume. Seperti kalian yang selalu membingungkan aku dengan keunikan bentuk kalian, aku pun kadang kebingungan melihat ke mana bayanganku jatuh!”

Sitilu dan Sicatur, dua warga Sagalarata itu tampak semakin bingung dan penasaran.

Sicatur kembali bertanya, “Silimas, mengapa bayanganmu bisa berubah ukuran? Bukankah kamu tetap saja?”

Silimas menjawab, “Itu karena kalian hanya menangkap potongan kecil dari aku. Anggap saja seperti kalian memotong kue, tapi kue aslinya tetap utuh, dan tentu saja, lebih enak!”

Sicatur tambah bingung, “Enak? Apa itu? Di dunia kami, kue cuma dipotong-potong, tidak ada yang disebut enak.”

Silimas hanya menghela napas, ia berjalan di jalanan berbatu yang terbentang seperti grafik fungsi, menjelaskan dengan gaya penuh analogi. “Bayangkan saja, kawan-kawan, dunia 3 dimensi itu seperti sebuah buku bergambar. Kalian hanya melihat sampulnya, sementara isi ceritanya penuh dengan halaman, tekstur, dan warna yang tidak bisa kalian bayangkan hanya dari satu lembar sampul kertas saja!”

Sitilu sambil memutar-mutar ujung segitiganya, bertanya, “Jadi, jika aku bisa melompat ke dunia 3 dimensi, apakah aku akan bisa jadi bintang film aksi, dengan adegan lompat tinggi ke langit?”

Silimas tertawa terbahak-bahak, “Mungkin saja, Sitilu! Tapi ingat, di Dunia Tinggi, gravitasi itu bekerja berbeda. Jadi jangan harap lompatanmu bisa membuatmu terbang seperti burung, tapi pasti akan ada kejutan yang membuatmu terpesona!”

Dengan segala kekonyolan dan percakapan yang kocak, hari itu menjadi momen pencerahan sekaligus kebingungan bagi Sitilu dan Sicatur penghuni Sagalarata. Mereka menyadari bahwa meskipun dunia mereka penuh dengan kejelasan garis dan sudut, ada lapisan rahasia di dunia 3 dimensi yang tinggi, yang membuat segalanya jauh lebih kompleks.

Sitilu merenung, “Mungkin, untuk memahami dunia yang lebih luas, kita harus berani meninggalkan batasan-batasan yang selama ini kita kenal. Siapa tahu, di balik garis lurus dan sudut tajam, ada tawa dan keajaiban yang menunggu untuk ditemukan.”

Di dunia Sagalarata, penghuninya merupakan bidang dua dimensi, alias rata seperti permukaan kertas, yang hanya paham 2 dimensi saja, yaitu panjang dan lebar.

Yang membedakan kedudukan mereka hanya bentuknya saja. Manusia normal yaitu segiempat, yang tak berpendidikan yaitu segitiga. Sarjana segi enam, Master segi delapan, Doktor segi dua belas, Ulama dan Profesor yaitu lingkaran.

“Kalian mau masuk ke dalam bidangku?” ucap Silimas menawarkan. “Mungkin kalian bisa memahami jika kamu sendiri meneliti bidangku.”

Sitilu dan Sicatur lalu masuk ke dalam bidang Silimas, kemudian mereka membuat irisan-irisan dua dimensional pada Silimas. Hasilnya ia bingung sendiri. Saat membuat irisan vertikal, yang muncul bentuk segitiga. Atau manusia kurang pendidikan. Tapi irisan horizontal menghasilkan lingkaran atau selevel ulama dan profesor. Yang celaka saat irisan dimiringkan, yang muncul adalah bentuk ellips. Alias ulama tapi mulutnya keji suka caci maki dan bikin cerita khurafat, atau profesor egois yang menyesatkan.

Silimas tahu kebingungan Sitilu dan Sicatur yang juga ikut meliuk-liuk di dalam bidang Silimas, kemudian mereka diberi kesempatan untuk memasuki bidang temannya, Sikotak. Hasilnya membuat Sitilu dan Sicatur bukan tambah pintar, malah tambah pusing. Irisan horizontal menghasilkan bentuk persegi empat . “Oooh seperti aku dong, Sicatur, alias manusia normal.” Sicatur membatin.

“Irisan vertikal hasilnya segitiga. Ini aneh. Irisan di miringkan hasilnya berbentuk trapesium. Segi empat tapi panjang atas dan bawah tak sama. Normal, tapi miring seperti ODGJ.” Sicatur tertawa sendiri.

Setelah puas meneliti bidang Silimas dan Sicatur, mereka berdua, Sitilu dan Sicatur kembali keluar. Mereka kini telah berhadapan kembali.

Sicatur yang penasaran berkata. “Kalian memang mengagumkan. Makhluk dari Dunia Tinggi. Aku semakin penasaran, seperti apakah makhluk yang tinggal di dunia yang lebih tinggi dari kalian?!”

Silimas dan Sikotak tertawa terbahak-bahak. Dengan nada sinis Silimas berkata. “Tidak ada makhluk yang lebih tinggi dari kami. Kami dari Dimensi tertinggi.” Lalu mereka berlalu dengan tawa angkuh dari hadapan Sitilu dan Sicatur yang terdiam membisu.

Setelah pertemuan dan perbincangan itu selesai, Silimas dan Sikotak kembali ke Dunia Tinggi alias Dunia 3 Dimensi.

Sitilu dan Sicatur pun kembali ke kota. Penduduk dan para tetangganya yang merasa khawatir pada Sitilu dan Sicatur, kembali girang karena mereka beedua selamat dan baik-baik saja, namu para penduduk juga penasaran, apakah makhluk bayangan yang melintas tadi.

Sitilu dan Sicatur bergantian menjelaskan pengalamannya. Bahwa makhluk itu bijak dan pintar seperti profesor dan ulama (lingkaran), normal (segiempat), tapi juga gila (trapesium). Namun makhluk itu kadang suka maki-maki dan mendongeng khurafat, serta egois dengan kepintarannya (ellips).

Jelas tak ada satu pun penduduk di Sagalarata memahami apa yang diceritakan. Meskipun sudah bersumpah berkata jujur apa adanya. Ketimbang ceritanya dipercaya, penduduk Sagalarata justru “mencap” Sitilu dan Sicatur sebagai makhluk gila, karena tak bisa memberikan jawaban pasti tentang bentuk mahluk aneh yang sesungguhnya.

Para penduduk Sagalarata tidak mempercayai dan mengabaikan “multi-persepsi” dari Sitilu dan Sicatur. Bersikap tertutup (close mind) dan enggan menerima persepsi baru. Mereka hanya bisa menerima apa yang selama ini mereka lihat, mereka dengar. Mereka hanya butuh mendengar “TEKS”, atau “SIMBOL” yang dikultuskan, yang mereka yakini sampai mati jika perlu sebagai satu satunya sumber kebenaran.

Misalnya, “menangis itu karena sedih”. Mereka menolak argumen lain bahwa menangis juga bisa karena rasa bahagia, bisa karena terharu, bahkan ketika tertawa mengakak hingga keluar air mata.

Yang lebih celaka, kondisi ini digunakan demi kepentingan segelintir kelompok orang. Dengan memainkan TEKS dan SIMBOL tertentu sehingga menguntungkan posisinya, sekalipun seringkali justru kontradiksi dengan merugikan masyarakat.

Seperti idiom, Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Tubuh fisik menjadi prioritas utama untuk dijaga dan dipelihara. Segala macam obat, vitamin, steroid, skincare, gym, dokter spesialis, dengan biaya berapapun. Karena tubuh fisik harus menjadi prioritas utama.
Padahal dalam perkembangan kesehatan, justru sebaliknya. Dalam jiwa yang sehat, maka tubuh akan sehat, mangalur dengan sendirinya. Sehat dalam konteks jiwa / kesadaran emosional, mental, sosial, spritual dan sebagainy. Akan membuat tubuh fisik juga menjadi sehat.

Yang bernalar jumud hanya butuh TEKS.
Yang bernalar maju, lebih mementingkan KONTEKS. Karena tanpa konteks, maka teks tidak bermakna apapun jua. Keragaman konteks akan menghasilkan keragaman persepsi terhadap sebuah realita. Dalam pengertian keragaman persepsi ini menjelaskan tentang keragaman sudut pandang, yang jika di integrasikan akan menghasilkan sebuah Paradigma.

Simpelnya, Teks -> Multi konteks -> Multi persepi -> Enrichment persepsi -> Paradigma.

Sedang yang bernalar jumud,
Teks -> Mengangguk -> Cukup satu persepsi -> Dogma.

Apabila dicitrakan dari sudut pandang pejabat dan aparat, maka tugasnya adalah sebagai pelayan masyarakat. Bertanggung jawab pada masyarakat pemilihnya. Memprioritaskan kepentingan masyarakat semua. Memberi kepastian hukum, kelayakan hidup, pendidikan yang memadai, kesejahteraan keluarga, dan sebagainya.

Seorang kepala daerah, pejabat dan aparat, harus memberi arahan, serta harus selalu berpikir terbuka dan siap dikritik. Jangan hanya jadi pemuja teks dan simbol, bahwa kalian adalah penguasa, enggan melihat konteks-konteks yang lainnya, bahwa kalian adalah dipilih karena dianggap layak dan mampu untuk mensejahterakan masyarakat. Memprioritaskan kepentingan rakyat dan bermanfaat bagi masyarakat kebanyakan pada umumnya. Menjadi politikus, bukan tikus politik. Menjadi aparat, bukan keparat.

Subang, 2 Syawal 1446 H
*****

Tags: 2 dimensi3 dimensi
Next Post
Najwa Shihab: Mengapa Sang Jurnalis Kritis Kini Tampak Bungkam?

Najwa Shihab: Mengapa Sang Jurnalis Kritis Kini Tampak Bungkam?

Comments 1

  1. Ping-balik: Kembali ke Titik Nol - Nitikan.id

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • DPR RI Komisi X Soroti Sejumlah Permasalahan Atlet dan Organisasi Muaythai
  • FEI IMH Subang Gelar Studi Banding dan Company Visit ke Universitas Tazkia dan PT Benning Food
  • KPK Tangkap 16 Orang dalam OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
  • Senyum Langit
  • Rabun Jauh
  • panen4d
  • joker123
  • slot777
  • slot scatter hitam
  • https://protuning.id/
  • https://ptnobelindonesia.com/
  • https://okegas.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/
  • https://store.scuto.co.id/wp-content/products/
  • https://selumakab.go.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/duta777/
  • https://krakatauniaga.co.id/run/
  • https://bossfood.co.id/wp-content/pound/
  • https://befood.id/run/?id=nanastoto
  • slot138
  • slot138
  • sultan69
  • joker123
  • slot mahjong
  • slot depo 10k
  • demo mahjong
  • slot bet 200
  • slot gacor
  • https://consumerstore.siccura.com/
  • https://blog.sparkresto.com/
  • https://jurnal.anfa.co.id/
  • sultan188
  • duniacash
  • https://dewa138.xyz/
  • sultan188 login
  • https://dhumanotmp.xoc.uam.mx/
  • https://programainfancia.xoc.uam.mx/
  • https://fe.unik-kediri.ac.id/
  • https://techno.ru.ac.th/en/contact/
  • sultan188
  • https://problemaseducacion.xoc.uam.mx/

Nitikan.id merupakan salah satu media siber yang berada dibawah naungan PT Poros Media. Nitikan.id ingin menyajikan konsep jurnalis yang memihak pada kepentingan publik, membawa pencerahan, membangun ruang kesadaran serta menumbuhkan semangat literasi dan perubahan.

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Headline
  • Hukum
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Profile
  • Ragam
  • Science
  • Seni Budaya
  • Tak Berkategori
  • Teknologi
  • Wisata
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Term Of Use

© 2024 Nitikan.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata

© 2024 Nitikan.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • slot demo terbaik
  • https://grupoceleron.com/
  • slot gacor malam ini
  • https://aldypay.com/credit-purchase/
  • https://www.sharpener.tech/blog/
  • http://www.dramsyar.com.my/dramsyarservices/
  • https://urbanbat.org/salto-al-vacio/
  • https://kemin.gov.kg/
  • https://vjcc.org.vn
  • ggsoft
  • spaceman
  • slot dana
  • sv388
  • https://www.starfilterind.com/filter-cartridge/
  • https://santillan.ec/contacto/
  • https://travelnevada.fr/blog/
  • http://www.agfarma.com/about/
  • situs138
  • ggsoft
  • slot88
  • https://rgc.com.br/contato/
  • duniacash
  • https://restaurantemoche.com/contact-me/
  • https://agri.ubru.ac.th/
  • https://pedrolopez.pt/
  • https://ezap.edu.vn/
  • slot gacor
  • sultan188
  • slot 10k
  • https://revoar.org/contato/
  • https://www.woodyantique.com/testimonial
  • beras11
  • slot 10k
  • https://paninibay.com/
  • slot depo 5k
  • slot qris
  • https://tagme.com.br/login/
  • slot depo 10k
  • situs slot online
  • ggsoft
  • https://atmaenterprise.com/
  • https://www.lepagefoodanddrinks.com/private-cheffing
  • https://weddingdive.com/idea/
  • https://de.goodstats.id/gehry-architecture/
  • https://www.facility.management.zarz.agh.edu.pl/kontakt/
  • slot 138
  • https://hub.egaleo.gr/prosklisi-kypee/
  • https://store.amerimed.net/
  • https://zlatnadvorana.com/galerija/
  • slot69
  • slot69
  • https://iesmontilivi.net/noticies/
  • https://trrhospitals.com/about-us/
  • https://astaracademy.edu.my/contact-us/
  • https://clinicaitabayana.com/herpeszoster/
  • https://khcn.tbd.edu.vn/danh-muc/linh-vuc-nghien-cuu/
  • https://ca.zonajakarta.com/privacy-policy/
  • https://digital.melintas.id/careers/
  • https://cityluxurycarsrental.com/brands/
  • https://technobox.mk/kalkulator/
  • https://beras11.vip/