Tulungagung, Nitikan.id – Jemaah Pondok Pesantren Al-Khoiriyah di Tulungagung, Jawa Timur, menggelar Salat Idul Fitri lebih awal pada hari ini, Sabtu, 29 Maret 2025. Pelaksanaan ibadah ini dilakukan berdasarkan perhitungan sendiri yang dianut oleh jemaah tersebut, berbeda dari jadwal resmi yang ditetapkan pemerintah atau organisasi Islam besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Salat Idul Fitri dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Khoiriyah, Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, dengan diikuti oleh para santri dan warga sekitar yang tergabung dalam jemaah ini. Kegiatan berlangsung khidmat, diawali dengan takbir bersama, dilanjutkan dengan salat berjamaah, dan diakhiri dengan khutbah singkat yang disampaikan oleh salah satu tokoh pesantren.
Tradisi perayaan Idul Fitri lebih awal ini bukanlah hal baru bagi jemaah Al-Khoiriyah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka menggunakan metode penentuan awal bulan Syawal berdasarkan hisab atau perhitungan astronomi yang telah menjadi keyakinan internal komunitas tersebut. Hal ini serupa dengan praktik yang juga dilakukan oleh beberapa kelompok lain di Indonesia, seperti jemaah Al-Muhdhor di wilayah yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Seorang warga yang turut serta, Ahmad (40), mengatakan, “Kami mengikuti perhitungan dari pesantren. Bagi kami, hari ini sudah Syawal, jadi kami merayakan Idul Fitri dengan penuh syukur.” Meski berbeda dari mayoritas umat Islam di Indonesia yang masih menunggu keputusan sidang isbat pemerintah pada malam ini, perayaan ini berjalan lancar tanpa mengganggu harmoni antarwarga.
Pihak kepolisian setempat turut memantau pelaksanaan salat untuk memastikan keamanan dan ketertiban. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kekayaan tradisi keagamaan di Indonesia yang mencerminkan keragaman cara umat Islam dalam menentukan hari raya.
Hingga berita ini ditulis, sidang isbat Kementerian Agama RI belum mengumumkan secara resmi tanggal Idul Fitri 1446 H. Berdasarkan prediksi, pemerintah dan Muhammadiyah memperkirakan 1 Syawal jatuh pada 30 atau 31 Maret 2025, sementara jemaah Al-Khoiriyah telah lebih dulu merayakannya hari ini.

