Nitikan.id – Pada umumnya, kandang dibuat untuk menampung, mengurung, atau melindungi binatang ataupun manusia. Karena kandang biasanya berisi makhluk hidup, strukturnya dibuat sedemikian rupa sehingga cahaya dan udara dapat masuk ke dalam kandang, tetapi jerujinya cukup rapat untuk mencegah makhluk di dalamnya tak bisa menyelinap di antara jeruji tersebut.
Kandang kerap menjadi tempat bagi binatang, seperti kambing dan sapi untuk melakukan segala aktivitasnya. Mulai dari makan dan minum, proses melahirkan, mandi, tidur, hingga melindunginya dari berbagai gangguan.
Oleh karena itu, kandang perlu dibangun senyaman mungkin agar sapi dapat merasa aman dan bahagia di dalamnya. Di mana nantinya hal tersebut akan memengaruhi peningkatan produktivitas hewan ternak.
Pembuatan kandang untuk seekor sapi jantan dibutuhkan lebar kandang minimal sekitar 1,5 × 2 meter. Agar lebih ideal dan lapang, kandang bisa dibuat dengan ukuran 2 × 2 meter. Jadi, untuk 4 ekor dibutuhkan 16 meter bujursangkar lahan kosong. Tinggi dari tanah ke tempat pakan kurang lebih 90 cm.
Sebenarnya, acuan bakunya tidak ada, tergantung pada jenis dan umur yang akan kita pelihara. Tinggi kandang sapi potong dari lantai ke plafon, idealnya sekitar 2 meter agar peternak tidak perlu membungkuk ketika masuk.
Kemiringan lantai juga menjadi suatu hal yang harus diperhatikan. Hal ini karena untuk memudahkan membersihkan kotoran ternak. Sebaiknya, lantai ditinggikan di bagian kepala sekira 15 cm sehingga dengan menyemprot sedikit saja lantai bisa bersih.
Jika lantai kandang bila hendak disemen harus menggunakan semen kasar, tidak boleh semen halus. Sebab, semen halus akan membuat sapi mudah tergelincir dan dapat mengakibatkan patah tulang pada sapi tersebut.
Di sekitar kandang dibuat saluran air pembuangan limbah, lebar dari parit saluran air tersebut sekurang-kurangnya 30 cm dan dibuat dari semen.
Jangan biasakan membuang sisa pakan ternak ke selokan, untuk menghindari genangan air akibat selokan mampet. Genangan air hanya akan menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
Bahan atap sebaiknya dari bahan asbes atau atap rumbia. Atap seng kurang baik untuk ternak sapi potong karena di siang hari suhu di dalam kandang bisa menjadi sangat panas.
Sirkulasi udara usahakan selancar mungkin. Jika perlu, tidak ada tembok yang terlalu tinggi. Kandang bisa dibangun menghadap utara atau selatan karena sapi potong tidak perlu terkena cahaya matahari sepanjang hari.
Jangan lupa menyiapkan kelengkapan kandang seperti tempat air minum dan pakan. Kelengkapan ini dapat dibuat permanen. Wadah minum permanen harus memiliki saluran pembuangan.
Sementara itu, tempat pakan permanen sebaiknya dari bahan semen dengan bentuk bak cekung, agar sisa pakan mudah dibersihkan. Wadah konsentrat sebaiknya portabel.
Adapun untuk ukuran ideal kandang kambing untuk pemula yaitu:
Kandang untuk beranak untuk induk+dua anak : 120 cm x 120 cm /ekor.
Kandang induk (baik yang hamil atau tidak hamil) untuk 1 ekor: 100 cm x 125 cm.
Kandang pembesaran anak yang telah di sapih untuk satu ekor: 100 cm x 125 cm.
Kandang pejantan per ekornya adalah : 110 cm x 125 cm.
Kandang dara/dewasa (di siapkan sebagai kambing potong) per ekornya adalah : 100 cm x 125 cm.
Pembuatan kandang dan pemeliharaan hewan ternak, tergantung kepada umur dan jenis hewan yang akan dipelihara.
Sumber: pertanianku.com

