”Saya melihat Amr Bin Luhay menyeret isi perutnya di Jahannam (Neraka), Dialah
orang pertama yang memperkenalkan agama Al-Saa’ibah (Penyembahan Berhala)” _ [HR. Al-Bukhari)
Nitikan.id – Pada awal mulanya bangsa Arab Pra-Islam di Mekkah sangat memegang teguh ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.
Ajaran ini sering kali disebut dengan ajaran yang hanif, yaitu ajaran orang-orang yang lurus. Akan tetapi, dengan seiring bergulirnya waktu mereka perlahan-lahan mulai meninggalkan ajaran tersebut, mereka mulai meninggalkan ketauhidan mereka kepada Allah SWT dan mulai menyembah kepada berhala-berhala..
Adalah ‘Amr bin Luhay dari Suku Khuza’a yang terkenal dengan kesalehan, dermawan, penghormatan dan kepeduliannya terhadap agama dan sesama, segingga dia dihormati dan disegani oleh suku-suku lain di sekitarnya.
Suatu ketika ia melakukan sebuah perjalanan ke Syam (sekarang merupakan negara Lebanon, Palestina, Suriah, dan Yordania modern).
Di sana ia melihat penduduk Syam yang menyembah berhala dan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang baik dan benar. Hal ini dikarenakan menurutnya, Syam adalah daerah serta tempat tinggal para rasul dan daerah tempat diturunkannya kitab-kitab
Dan kemudian dia membawa berhala bernama ‘ Hubal ‘ yang dia tempatkan di tengah-tengah Ka’bah dan memanggil orang-orang untuk menyembahnya.
Hubal adalah salah satu berhala yang dianggap paling agung. Mereka mempercayai bahwa Hubal adalah dewa terbesar. Berhala Hubal sendiri terbuat dari batu akik berwarna merah dan berbentuk manusia. Selain Hubal ada juga Lata, Uzza, dan Manat.
Selain berhala-berhala besar yang telah disebutkan di atas, masih terdapat sekitar 300-an berhala yang disembah dan diletakkan oleh bangsa Arab pra-Islam di sekitar Ka’bah.
Berhala-berhala tersebut dibuat oleh mereka sendiri sesuai dengan kepentingan dan tujuan hidup mereka masing-masing. Bahkan disebutkan bahwa setiap kabilah dan di setiap rumah pasti memiliki berhalanya sendiri. Jenis dan bentuk berhala ini bermacam-macam, semua ini tergantung dengan persepsi mereka terhadap Tuhannya.
Bagi bangsa Arab, sebelum mereka melakukan kegiatan sehari-hari mereka akan menemui berhala-berhala tersebut untuk meminta perlindungan. Mereka juga memenuhi Masjidil Haram dengan berbagai macam berhala dan juga patung-patung.
Ka’bah yang sebelumnya merupakan bangunan suci dan digunakan untuk beribadah serta menyembah Allah SWT sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim AS, berubah menjadi tempat penyembahan berhala.

Ketika Rasulullah SAW menaklukan kota Mekkah, terdapat 360 berhala yang bertebaran di sekitar Ka’bah. Beliau lalu menghancurkan berhala-berhala tersebut hingga runtuh semua, dan memerintahkan agar berhala-berhala tersebut dikeluarkan dari masjid dan dibinasakan.
Sumber: Islamreigns

