SUBANG — Empat agenda utama menjadi tawaran Agus Eko Muchamad Solihin, atau yang akrab disapa Gus Eko, dalam pencalonannya sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Subang periode 2026–2029.
Keempat agenda tersebut mencakup peningkatan profesionalitas wartawan, penguatan kesejahteraan anggota, kemandirian ekonomi organisasi, serta penguatan kemitraan strategis dan keterbukaan informasi.
Dalam visi yang ditawarkan, PWI Kabupaten Subang diarahkan menjadi organisasi yang mandiri, profesional, berintegritas dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Pada saat yang sama, PWI tetap ditempatkan sebagai bagian penting dari kehidupan demokrasi sekaligus mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Agenda pertama berkaitan dengan peningkatan kapasitas dan profesionalitas wartawan.
Salah satu program yang direncanakan adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara berkala bagi anggota PWI Subang. Program tersebut akan dilengkapi dengan pelatihan jurnalistik berkelanjutan, mulai dari jurnalisme digital, kode etik jurnalistik, data journalism, produksi multimedia hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam kerja jurnalistik.
Perkembangan teknologi dinilai tidak cukup hanya diikuti dengan kemampuan menggunakan perangkat digital. Wartawan juga dituntut memahami batas-batas etik, melakukan verifikasi informasi dan tetap menjaga prinsip-prinsip jurnalistik di tengah perubahan pola produksi dan konsumsi berita.
Memperkuat Kesejahteraan Anggota
Agenda kedua menyentuh persoalan kesejahteraan dan perlindungan profesi.
Perlindungan sosial wartawan menjadi salah satu program yang ditawarkan melalui kemitraan dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Selain itu, perusahaan pers lokal didorong untuk memberikan upah serta fasilitas kerja yang layak kepada wartawan sesuai ketentuan yang berlaku.
Persoalan kesejahteraan juga dikaitkan dengan penguatan ekonomi organisasi. Koperasi PWI Subang akan diarahkan untuk memiliki unit usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan organisasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi anggota.
Gagasan tersebut berangkat dari pandangan bahwa kekuatan organisasi wartawan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas profesional, tetapi juga oleh kemampuan membangun fondasi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Di bidang perlindungan profesi, turut disiapkan PWI Subang Helpdesk. Tim ini diarahkan menjadi ruang pendampingan bagi anggota yang menghadapi sengketa pers, persoalan hukum maupun kekerasan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Menjadi Mitra yang Kritis dan Solutif
Agenda berikutnya adalah memperkuat posisi PWI dalam hubungan dengan pemerintah daerah, BUMD dan sektor swasta.
Konsep yang ditawarkan menempatkan PWI sebagai mitra yang kritis sekaligus solutif. Kemitraan dibangun melalui komunikasi dan kolaborasi, namun tetap dengan menjaga fungsi pers sebagai kontrol sosial.
Keterbukaan informasi publik menjadi bagian penting dalam agenda tersebut. Akses terhadap data dan informasi diperlukan agar wartawan dapat menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan demikian, kemitraan tidak diarahkan sekadar menjadi hubungan seremonial antara organisasi wartawan dengan pemangku kepentingan, tetapi menjadi ruang komunikasi yang tetap memberikan tempat bagi kritik dan fungsi kontrol pers.
Tiga Tahun, Tiga Tahapan
Empat agenda tersebut kemudian diterjemahkan dalam rencana kerja tiga tahun selama periode 2026–2029.
Pada tahun pertama, 2026–2027, fokus diarahkan pada konsolidasi internal dan standardisasi kompetensi.
Beberapa program yang direncanakan meliputi pembaruan database keanggotaan secara digital, pemetaan anggota yang telah maupun belum mengikuti UKW, serta penyelenggaraan UKW gratis atau bersubsidi melalui kerja sama dengan PWI Pusat, PWI Jawa Barat dan mitra strategis.
Pada tahap ini juga direncanakan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan serta pembentukan PWI Subang Helpdesk.
Memasuki tahun kedua, 2027–2028, perhatian diarahkan pada penguatan ekonomi organisasi dan kapasitas digital.
Optimalisasi Koperasi PWI Subang menjadi salah satu program utama. Sementara di bidang kompetensi, pelatihan data journalism, pemanfaatan AI dalam ruang redaksi dan produksi konten multimedia akan diperkuat.
Ada pula program PWI Sahabat Desa yang diarahkan untuk mendorong literasi digital sekaligus membantu publikasi potensi wisata dan UMKM desa di Kabupaten Subang melalui pola kemitraan yang sehat.
Pada tahun ketiga, 2028–2029, fokus diarahkan pada keberlanjutan program dan penguatan kemitraan.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah Subang Media Awards, sebagai ajang penghargaan terhadap karya jurnalistik serta perusahaan pers di Subang yang memiliki komitmen terhadap profesionalitas dan kesejahteraan jurnalis.
Sementara dari sisi kesejahteraan, keuntungan koperasi ditargetkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung dana talangan kesehatan, beasiswa bagi anak wartawan serta bantuan darurat bagi anggota.
Peningkatan jenjang kompetensi juga tetap menjadi perhatian. Anggota yang telah memenuhi persyaratan akan didorong meningkatkan jenjang kompetensinya, dari tingkat Muda ke Madya maupun dari Madya ke Utama.
Pada akhir periode, seluruh program direncanakan disertai laporan kinerja yang transparan dan akuntabel. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi ukuran pencapaian sekaligus pijakan bagi keberlanjutan program dan proses regenerasi kepemimpinan organisasi.
Melalui empat agenda tersebut, pencalonan Agus Eko Muchamad Solihin membawa gagasan penguatan PWI Subang dari sisi profesionalitas, kesejahteraan, kemandirian ekonomi dan kemitraan. Seluruhnya ditempatkan dalam kerangka menjaga peran pers sebagai ruang informasi publik sekaligus kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. (Red)
