Nitikan.Id,Subang — Puluhan pelajar SMA/SMK di wilayah Pantura Subang antusias mengikuti pelatihan jurnalistik dan literasi digital yang diselenggarakan oleh Rumah Baca Tunas Aksara. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Darul Marif Pamanukan, Subang, Sabtu (6/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang media dan teknologi digital, di antaranya M. Lutfi Ulinuha selaku Founder Subang Info, Ahya Nurdin Jurnalis Kompas.com, Ahmad Rifai Pemred Porosjabar.com, serta Alfyan Angga Saputra selaku CEO Sumrize AI.
Ketua Rumah Baca Tunas Aksara, Asep Mulyana, mengatakan pelatihan literasi digital dan jurnalistik merupakan program edukasi untuk membangun kecakapan penggunaan teknologi sekaligus melatih kemampuan peserta dalam memverifikasi fakta dan memproduksi informasi yang akurat.
“Peserta akan belajar menyaring hoaks serta mengemas berita sesuai kaidah jurnalistik (5W+1H) untuk berbagai platform media, dan pemanfaatan AI,” kata Asep Mulyana.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi pelatihan, mulai dari literasi digital dasar hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia jurnalistik.
Pada sesi literasi digital dasar, peserta dikenalkan dengan empat pilar literasi digital, yakni kecakapan digital (digital skill), etika digital (digital ethic), keamanan digital (digital safety), dan budaya digital (digital culture).
Sementara pada materi jurnalistik dasar, peserta mempelajari teknik reportase, metode wawancara, serta pedoman penulisan berita, artikel, maupun feature yang baik sesuai kaidah bahasa dan jurnalistik.
Peserta juga dibekali materi cek fakta dan verifikasi informasi, seperti cara mengidentifikasi berita bohong (hoaks), membedakan disinformasi dan misinformasi, serta penggunaan tools digital untuk memverifikasi sumber informasi.
Selain itu, para narasumber memberikan pemahaman mengenai etika bermedia dan kode etik jurnalistik, termasuk pemahaman Undang-Undang ITE, perlindungan hak cipta, hingga etika dalam mempublikasikan informasi di ruang digital.
Dalam sesi produksi dan manajemen konten, peserta diajak memahami strategi membuat konten informatif di platform digital dan media sosial, termasuk teknik digital storytelling dan analisis data.
Tidak hanya itu, peserta juga dikenalkan pada integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam dunia jurnalistik. Pada sesi ini, peserta mempraktikkan pemanfaatan teknologi AI seperti ChatGPT dan berbagai alat pendukung lainnya untuk membantu riset, menyusun kerangka tulisan, hingga optimasi konten secara etis.
Selain materi jurnalistik dan literasi digital, para pelajar juga mendapatkan pelatihan penggunaan Sumrize AI, yakni AI assistant yang bekerja langsung melalui WhatsApp maupun dashboard untuk membantu berbagai pekerjaan secara otomatis.
” Fungsinya mencakup ringkas chat, analisis dokumen/gambar/audio, Q&A, penulisan, perencanaan, data extraction, sampai workflow otomatis,” katanya.
Melalui Sumrize AI tersebut, pengguna WhatsApp, termasuk dalam grup percakapan, dapat me-mention bot untuk membuat summary, mindmap, diagram, infografik, hingga video.
“Sumrize juga bisa bantu operasional harian tim seperti koordinasi, drafting, recap mingguan, sampai analisis konten,” ucapnya.
Asep Mulyana berharap kegiatan training literasi digital dan jurnalistik tersebut mampu meningkatkan kemampuan pelajar dalam menyaring informasi secara kritis, menangkal hoaks, serta memproduksi dan menyebarkan konten yang valid dan edukatif.
“Keduanya saling melengkapi untuk membangun masyarakat yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi informasi,” tandasnya.
Asep juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Dokter Maxi Owner Klinik Happy healthy, Niko Rinaldo Owner Sumrize AI, dan Hengki Irawan Perwakilan SMK Darul Marif Pamanukan,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Syifa Aqillah, mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan literasi digital dan pelatihan jurnalistik tersebut.
“Kegiatan training Literasi digital dan Jurnalistik ini sangat bermanfaat sekali bagi kami para pelajar, dengan training ini kami jadi paham bagaimana menggunakan medsos yang baik dan bertanggung jawab di era disrupsi digital, tahu teknik cara membuat berita di media massa baik online, Surat kabar maupun elektronik,” kata Syifa Aqillah, Siswi SMK Darul Marif Pamanukan.
Syifa berharap kegiatan serupa dapat lebih sering diadakan agar para pelajar semakin melek literasi dan digital serta mampu berpikir lebih kritis.
“Pelatihan ini membekali pelajar dengan kemampuan untuk menyaring informasi, berpikir kritis, dan belajar lebih efisien. Hasil training ini juga melindungi para pelajar dari risiko dunia maya dan memastikan para pelajar siap menghadapi tuntutan dunia kerja modern di masa depan,” ujarnya.
