• Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
Jumat, April 17, 2026
Nitikan.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
No Result
View All Result
nitikan.id
No Result
View All Result
Home Ragam

Iblis Tak Haus Viral

Nitikan.id by Nitikan.id
13/03/2026
in Ragam
0 0
0
Iblis Tak Haus Viral
0
SHARES
11
VIEWS
Bagi ke WhatsAppBagi ke Facebook

Di zaman sekarang ada satu komoditas yang lebih mahal dari minyak bumi, lebih dicari daripada diskon tanggal kembar, dan lebih diperebutkan daripada kursi di kereta ekonomi saat mudik: perhatian. Banyak orang tidak sadar bahwa perhatian kini bekerja seperti mata uang. Siapa yang berhasil menarik perhatian publik, dia seperti menemukan tambang emas di tengah timeline.

Dulu orang mencari perhatian dengan prestasi. Sekarang tidak selalu. Kadang cukup dengan membuat keributan kecil yang dikemas seperti konser dangdut keliling kampung. Yang penting ramai. Yang penting ada yang marah. Yang penting ada yang membagikan ulang sambil menulis, “Ini orang kenapa sih?”

Di dunia media sosial ada pepatah baru yang hampir seperti hukum alam yakni No viral, no justice. Kasus yang sunyi sering tenggelam seperti sandal jepit hanyut di selokan. Tapi begitu viral, tiba-tiba semua orang peduli. Media datang, pejabat muncul, dan keadilan terasa seperti baru ingat alamat rumah korban.

Masalahnya, perhatian tidak punya akhlak. Dia tidak peduli apakah yang menarik perhatian itu orang bijak atau orang yang baru saja menemukan mikrofon lalu merasa dirinya Socrates. Perhatian juga tidak punya selera tinggi. Ia sama lahapnya melihat pidato inspiratif maupun orang yang berteriak seperti komentator sepak bola yang terlalu dekat dengan pengeras suara.

Ironisnya, yang kontroversial justru sering lebih cepat viral daripada yang bijaksana. Orang bijak biasanya berbicara pelan, terukur, dan penuh pertimbangan. Sementara orang yang mencari perhatian berbicara seperti petasan tahun baru yang keras, cepat, dan kadang tidak jelas arahnya.

Kemarin saya menonton cuplikan sebuah acara televisi. Seorang manusia sebut saja manusia makruh, jenis manusia yang ketidakhadirannya barangkali justru lebih menenangkan daripada kehadirannya. Dia diberi panggung untuk berdiskusi. Sejujurnya, dia lebih terasa seperti fenomena alam ketimbang narasumber. Entah apa tujuan menghadirkannya. Mungkin untuk meramaikan acara, mungkin juga supaya rating melonjak dan iklan berdatangan seperti hujan di musim pancaroba.

Harapannya tentu sederhana yaitu diskusi yang sehat. Percakapan yang berisi. Semacam perbincangan yang kalau ditonton orang bisa pulang membawa ilmu, bukan sekadar membawa tekanan darah naik.

Tapi seperti dugaan banyak orang, yang terjadi justru sebaliknya.
Alih-alih diskusi, yang muncul malah semacam tantrum. Bukan percakapan yang seimbang, melainkan pertunjukan suara keras yang dilempar ke sana kemari seperti bola plastik di pasar malam. Argumen tidak dibangun, melainkan ditembakkan seperti kembang api: terang sebentar, lalu hilang tanpa bekas.

Substansi diskusi menguap. Yang tersisa hanya keributan.
Padahal diskusi yang baik itu seperti makan sate. Orang datang untuk menikmati dagingnya. Kalau yang disajikan cuma asap, ya orang akhirnya cuma batuk-batuk.
Akhirnya yang viral bukan isi diskusinya.

Yang viral justru manusianya.

Ini menarik, karena peristiwa itu terjadi di bulan puasa. Bulan yang menurut tradisi kita, setan-setan sedang dikerangkeng. Iblis sedang cuti sementara. Mereka tidak keluyuran seperti biasanya menggoda manusia untuk melakukan hal-hal yang tidak perlu.

Namun kejadian seperti ini membuat kita bertanya dengan sedikit rasa penasaran.
Kalau setannya sedang dikurung, lalu yang ribut ini siapa?

Di titik ini kita mulai curiga bahwa manusia sebenarnya memiliki kemampuan yang luar biasa yakni meniru setan tanpa perlu pelatihan khusus.

Barangkali ini terjadi karena ada jenis manusia yang terlalu jarang berbincang dengan Tuhannya. Terlalu jarang menenangkan dirinya. Terlalu lama tinggal di keramaian dunia sampai lupa bahwa hidup tidak hanya soal panggung.

Akibatnya, tanpa sadar mereka terhubung dengan semacam sistem auto pilot. Tidak perlu dibujuk iblis. Tidak perlu dirayu. Perilaku seperti setan bisa muncul secara mandiri, seperti aplikasi yang berjalan otomatis di ponsel yang terlalu penuh notifikasi.

Lucunya lagi, kalau dipikir-pikir, iblis sendiri sebenarnya tidak terlalu haus viral. Dalam sejarah panjangnya menggoda manusia, iblis bekerja cukup profesional. Dia tidak butuh panggung televisi. Tidak butuh trending topic. Tidak butuh debat kusir di studio.

Metodenya halus. Senyap. Pelan.
Iblis tahu bahwa bisikan kecil kadang lebih efektif daripada teriakan besar.

Justru manusia modern yang kadang jauh lebih kreatif dalam urusan mencari perhatian. Di era algoritma, kontroversi adalah bensin paling murah. Semakin gaduh, semakin tinggi peluang viral.

Orang boleh saja marah. Boleh saja mencibir. Tapi algoritma tidak peduli apakah Anda marah atau memuji. Selama Anda menonton, mengomentari, atau membagikan ulang, mesin perhatian itu tetap bekerja.

Semakin banyak orang membicarakan, semakin tinggi panggungnya.

Tanpa sadar kita semua sering menjadi kru panggung bagi orang yang sedang mencari perhatian itu. Kita menonton, kita membahas, kita mengomentari, dan akhirnya kita ikut memompa oksigen ke api yang sedang menyala.

Padahal dalam ekonomi perhatian, perhatian adalah bahan bakar.
Kalau bahan bakarnya habis, dramanya selesai.

Karena itu mungkin solusi paling sederhana menghadapi fenomena seperti ini bukan dengan kemarahan panjang atau debat yang melelahkan. Kadang solusi paling efektif justru sangat sederhana: lewat saja.

Anggap seperti melihat orang ribut di pinggir jalan. Kita tidak perlu berhenti terlalu lama. Tidak perlu ikut menilai siapa yang benar. Kadang yang paling bijak adalah melanjutkan perjalanan sambil membeli gorengan di warung sebelah.

Pada akhirnya dunia modern memang penuh panggung. Banyak orang berlomba naik ke atasnya. Ada yang membawa gagasan, ada yang membawa karya, dan ada juga yang hanya membawa suara keras serta kepercayaan diri yang ukurannya lebih besar dari isi argumennya.

Namun publik sebenarnya punya kuasa yang sering dilupakan yaitu memilih siapa yang layak mendapat perhatian.

Karena perhatian adalah energi. Dan energi itu menentukan siapa yang akan terus hidup dalam percakapan publik.

Iblis mungkin tidak terlalu peduli dengan viralitas. Tapi manusia, tampaknya, kadang jauh lebih rakus dalam urusan itu.

Dan di tengah dunia yang bising seperti sekarang, mungkin kebijaksanaan paling sederhana adalah ini: tidak semua keributan layak kita dengarkan.

Hegar Dinandaru Shobron
Pegiat RB Tunas Aksara Pamanukam

Next Post
Kemenag Gelar Sidang Isbat Idulfitri 2026 Pada 19 Maret

Kemenag Gelar Sidang Isbat Idulfitri 2026 Pada 19 Maret

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • FEI IMH Subang Gelar Studi Banding dan Company Visit ke Universitas Tazkia dan PT Benning Food
  • KPK Tangkap 16 Orang dalam OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
  • Senyum Langit
  • Rabun Jauh
  • Brahmana Berkostum Sudra
  • panen4d
  • joker123
  • slot777
  • slot scatter hitam
  • https://protuning.id/
  • https://ptnobelindonesia.com/
  • https://okegas.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/
  • https://store.scuto.co.id/wp-content/products/
  • https://selumakab.go.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/duta777/
  • https://krakatauniaga.co.id/run/
  • https://bossfood.co.id/wp-content/pound/
  • https://befood.id/run/?id=nanastoto
  • slot138
  • slot138
  • sultan69
  • joker123
  • slot mahjong
  • slot depo 10k
  • demo mahjong
  • slot bet 200
  • slot gacor
  • https://consumerstore.siccura.com/
  • https://blog.sparkresto.com/
  • https://jurnal.anfa.co.id/
  • sultan188
  • duniacash
  • https://dewa138.xyz/
  • sultan188 login
  • https://dhumanotmp.xoc.uam.mx/
  • https://programainfancia.xoc.uam.mx/
  • https://fe.unik-kediri.ac.id/
  • https://techno.ru.ac.th/en/contact/
  • sultan188
  • https://problemaseducacion.xoc.uam.mx/

Nitikan.id merupakan salah satu media siber yang berada dibawah naungan PT Poros Media. Nitikan.id ingin menyajikan konsep jurnalis yang memihak pada kepentingan publik, membawa pencerahan, membangun ruang kesadaran serta menumbuhkan semangat literasi dan perubahan.

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Headline
  • Hukum
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Profile
  • Ragam
  • Science
  • Seni Budaya
  • Tak Berkategori
  • Teknologi
  • Wisata
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Term Of Use

© 2024 Nitikan.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata

© 2024 Nitikan.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • slot demo terbaik
  • https://grupoceleron.com/
  • slot gacor malam ini
  • https://aldypay.com/credit-purchase/
  • https://www.sharpener.tech/blog/
  • http://www.dramsyar.com.my/dramsyarservices/
  • https://urbanbat.org/salto-al-vacio/
  • https://kemin.gov.kg/
  • https://vjcc.org.vn
  • ggsoft
  • spaceman
  • slot dana
  • sv388
  • https://www.starfilterind.com/filter-cartridge/
  • https://santillan.ec/contacto/
  • https://travelnevada.fr/blog/
  • http://www.agfarma.com/about/
  • situs138
  • ggsoft
  • slot88
  • https://rgc.com.br/contato/
  • duniacash
  • https://restaurantemoche.com/contact-me/
  • https://agri.ubru.ac.th/
  • https://pedrolopez.pt/
  • https://ezap.edu.vn/
  • slot gacor
  • sultan188
  • slot 10k
  • https://revoar.org/contato/
  • https://www.woodyantique.com/testimonial
  • beras11
  • slot 10k
  • https://paninibay.com/
  • slot depo 5k
  • slot qris
  • https://tagme.com.br/login/
  • slot depo 10k
  • situs slot online
  • ggsoft
  • https://atmaenterprise.com/
  • https://www.lepagefoodanddrinks.com/private-cheffing
  • https://weddingdive.com/idea/
  • https://de.goodstats.id/gehry-architecture/
  • https://www.facility.management.zarz.agh.edu.pl/kontakt/
  • slot 138
  • https://hub.egaleo.gr/prosklisi-kypee/
  • https://store.amerimed.net/
  • https://zlatnadvorana.com/galerija/
  • slot69
  • slot69
  • https://iesmontilivi.net/noticies/
  • https://trrhospitals.com/about-us/
  • https://astaracademy.edu.my/contact-us/
  • https://clinicaitabayana.com/herpeszoster/
  • https://khcn.tbd.edu.vn/danh-muc/linh-vuc-nghien-cuu/
  • https://ca.zonajakarta.com/privacy-policy/
  • https://digital.melintas.id/careers/
  • https://cityluxurycarsrental.com/brands/
  • https://technobox.mk/kalkulator/
  • https://beras11.vip/