Nitikan.id – Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FR PTMA) menggelar Aksi Nasional Bela Palestina dan Kutuk Israel pada Selasa, (7/5/24) serentak di seluruh Indonesia.
Seruan untuk menggelar aksi unjuk rasa ini disampaikan oleh Ketua Umum Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FR PTM) Gunawan Budiyanto dan Sekretaris Umum Ma’mun Murod Al-Barbasy.
”Bersama ini kami sampaikan bahwa Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FR PTM) yang membawahi 172 Perguruan Tinggi akan menyelenggarakan Aksi Nasional Bela Palestina dan Kutuk Israel secara serentak pada waktu yang bersamaan di seluruh Indonesia,” bunyi keterangan tertulis, Senin (6/5/2024).
Aksi yang diikuti oleh seluruh civitas academica mulai dari dosen, mahasiswa, dan kependidikan tersebut digelar di lingkungan kampus masing-masing dan tempat strategis lainnya. Aksi digelar pada pukul 10.00 WIB hingga selesai untuk seluruh kampus yang berada di zona WIB.
Sedangkan, untuk seluruh kampus yang berada di zona WITA aksi unjuk rasa digelar pada pukul 11.00 WIB. Sementara untuk seluruh kampus yang berada di zona WIT aksi digelar pada pukul 12.00 WIT hingga selesai.
Ada 10 tuntutan dalam Aksi Bela Palestina dan Kutuk Israel ini yaitu:
1. FR-PTMA mengutuk keras Israel atas agresi dan serangan militer yang tidak proporsional, penangkapan massal terhadap warga sipil Palestina, perusakan berbagai fasilitas umum, utamanya fasilitas kesehatan, serta blokade bantuan kemanusiaan.
2. Mengapresiasi sebesar-besarnya dukungan mahasiswa, dosen, dan guru besar di seluruh dunia yang sudah berani menyuarakan hati nurani dan akal sehatnya menolak kejahatan genocide Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.
3. Mengecam keras sikap Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, dan negara-negara serta pihak-pihak lainnya yang terus memberikan dukungan dan bantuan terhadap Israel dalam agresi dan penyerangan terhadap Palestina.
4. Meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memaksa dan memfasilitasi perundingan dan gencatan senjata Israel dan Palestina.
5. Mendukung Internasional Criminal Court (ICC) mengadili Benjamin Netanyahu dan tokoh Israel lainnya yang terlibat dalam genosida warga Palestina.
6. Mengecam OIC (Organization of Islamic Cooperation), Rabithah Alami Islami, dan negara-negara Arab yang bersikap lemah serta cenderung membiarkan Israel melakukan kejahatan kemanusiaan berupa penyerangan dan pembunuhan untuk kepentingan dalam negerinya sendiri.
7. Mengapresiasi atas konsistensi dan keberanian Menteri Luar Negeri RI dalam berbagai forum dunia untuk terus membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina, menolak kejahatan Israel, serta mengkritik keras kemunafikan Barat dalam kasus konflik Israel-Palestina.
8. FR-PTMA meminta pada Pemerintah Indonesia agar tidak ada sedikitpun berpikiran, apalagi melakukan langkah-langkah politik untuk membuka hubungan dengan pelaku genosida yaitu Israel.
9. FR-PTMA meminta agar Pemerintah Indonesia memperkuat jalinan diplomasi dengan negara-negara lain untuk mewujudkan lahirnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
10. Mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus memberikan perhatian serius terhadap perkembangan konflik Israel dan Palestina, dengan terus memberikan bantuan moral, material, dan spiritual terhadap perjuangan rakyat Palestina.
☆☆☆☆☆

