SUBANG, Nitikan.id – Polisi Sektor Pamanukan meringkus sebanyak enam pelajar yang hendak melakukan aksi tawuran di Jalan Pantura Desa Mandalawangi Kecamatan Sukasari Selasa (21/2/2023) lalu.
Setelah diamankan dan diberikan pembinaan oleh Kapolsek Pamanukan, seluruh pelajar tersebut berlutut nangis di hadapan orang tuanya.
Momen tersebut terjadi usai Polsek Pamanukan memanggil pihak sekolah dan orang tua pelajar yang terlibat. Setelah dilakukan pengarahan, polisi langsung mempersilakan pelajar untuk meminta maaf langsung kepada orang tuanya.
Di hadapan orang tua, pelajar justru tak kuasa menahan tangisnya. Pelajar terlihat memohon maaf atas aksi tawuran yang dilakukannya sambil masing-masing memeluk orang tuanya.
Pelajar itu pun mengaku menyesal atas perbuatannya. Dia pun mengakui tindakannya dilakukan hanya untuk mencari jati diri.

“Ingin mencari jadi diri saja, supaya disegani orang-orang,” kata WP mewakili keenam pelajar, Rabu (22/2/2023).
Dia pun meminta pelajar lain untuk tak menirukan aksi tawuran yang telah dilakukan. Ke depan dia juga berjanji akan berhenti melakukan tawuran agar menjadi murid berprestasi.
“Saya menyesal atas yang telah terjadi kemarin, saya sebagai siswa stop anti tawuran jadilah siswa yang berprestasi dan menjadi kebanggaan sekolah, serta kebanggaan bangsa Indonesia. Tetap semangat dan stop aksi tawuran,” lanjutnya.
Sementara, kasus aksi tawuran itu pun tidak dilanjutkan kepada proses pidana. Kapolsek Pamanukan Kompol Supratman mengungkapkan pihaknya menggunakan pola pembinaan guna mengubah sikap di masyarakat.
“Hukum itu kan enggak harus memenjarakan seseorang, ada langkah-langkah pembinaan terhadap masyarakat itu kan ada apalagi ini kan jadikan momen kita, mudah-mudahan aksi tawuran berkurang dan bahkan hilang di Subang,” kata Kompol Supratman.

