Subang, Nitikan.id – Menjelang keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Subang, seluruh proses persiapan telah memasuki tahap akhir. Mulai dari pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk vaksinasi polio dan meningitis, telah dilaksanakan secara intensif oleh Dinas Kesehatan Subang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi, mengungkapkan bahwa rangkaian pemeriksaan telah berlangsung sejak awal Januari. Pemeriksaan tersebut meliputi laboratorium lengkap, rontgen, EKG, USG, pengambilan sampel darah, serta tes kehamilan bagi wanita usia subur.
“Tujuannya agar seluruh calon jemaah memenuhi syarat istita’ah, yakni mampu secara fisik dan mental untuk melaksanakan ibadah haji,” ujar dr. Maxi.
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan lanjutan bagi jemaah yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Para calon jemaah diminta berkonsultasi dengan dokter spesialis yang telah ditunjuk guna mendapatkan penanganan tepat sebelum keberangkatan.
“Ini penting agar kondisi mereka benar-benar fit saat berangkat,” tambahnya.
Pada tahap akhir, para calon jemaah haji akan menerima vaksinasi wajib meningitis dan polio. Vaksin polio jenis Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) diberikan dalam bentuk suntikan dosis tunggal, minimal 2 hingga 4 minggu sebelum keberangkatan. Kebijakan ini dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi menyusul temuan kasus polio di beberapa wilayah Indonesia dalam 12 bulan terakhir.
“Ini adalah langkah pencegahan penting, tidak hanya untuk jamaah kita, tapi juga untuk melindungi masyarakat di Arab Saudi,” jelas dr. Maxi.
Sayangnya, terdapat satu calon jemaah yang dipastikan batal berangkat akibat kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
“Seorang jemaah dengan gagal ginjal stadium 5 tidak kami rekomendasikan berangkat karena sangat berisiko,” ungkapnya.
dr. Maxi mengimbau agar seluruh calon jemaah terus menjaga kesehatan, rutin kontrol ke dokter, dan membawa obat-obatan pribadi selama menjalani ibadah haji.

