Subang, Nitikan.id – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita atau yang akrab disapa Kang Rey, meresmikan Masjid Nurul Hidayah di Desa Rancasari, Kecamatan Pamanukan, dalam rangkaian acara Safari Ramadhan 1446 H/2025 M yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Subang pada Jumat (7/3/2025). Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan guna mengatasi permasalahan banjir di wilayahnya.
Acara peresmian masjid diawali dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Kang Rey sebagai simbol dibukanya Masjid Jamie Nurul Hidayah untuk masyarakat. Selain itu, dilakukan juga penyerahan Mushaf Al-Qur’an dari Kementerian Agama kepada Pemkab Subang, serta pemberian santunan kepada anak yatim piatu oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Subang.
Camat Pamanukan, Drs. Vino Subriadi, menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadhan tahun ini didukung oleh delapan kecamatan di wilayah utara Subang dan mendapat sambutan positif dari masyarakat Pamanukan dan sekitarnya. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat setempat siap mendukung program pembangunan yang dicanangkan oleh Bupati Subang.

Safari Ramadhan Jadi Momentum Pembangunan Pamanukan
Dalam sambutannya, Kang Rey menilai bahwa peresmian Masjid Nurul Hidayah di bulan suci Ramadhan menjadi titik awal pembangunan Pamanukan ke arah yang lebih baik. Ia mengapresiasi masyarakat, terutama para donatur, yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid tersebut.
“Kini setelah diresmikan, masjid ini harus dimakmurkan dengan berbagai aktivitas keagamaan, sehingga bisa menjadi pusat kondusifitas masyarakat, khususnya di Desa Rancasari-Pamanukan,” ujar Kang Rey.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa momentum Ramadhan yang bersamaan dengan awal masa jabatannya memberikan semangat besar untuk membangun Subang. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat.
“Saya berharap masyarakat bisa menjadi garda terdepan dalam pembangunan Subang,” tegasnya.

Anggaran Rp250 Miliar untuk Infrastruktur
Kang Rey juga menegaskan bahwa slogan “Ngabret” bukan sekadar semboyan, melainkan telah dibuktikan dengan langkah nyata. Salah satunya adalah efisiensi anggaran sebesar Rp250 miliar, yang akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, kepemimpinan yang baik bukan hanya tentang dilayani, tetapi juga tentang terlibat langsung bersama masyarakat untuk melakukan perubahan. “Kita harus berani membuat gebrakan ke depan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan jalan dalam dua tahun serta mencari solusi agar Pamanukan tidak lagi mengalami banjir selama masa kepemimpinannya.
“Kami akan mengupayakan normalisasi sungai dan pembuatan sodetan, tetapi kesadaran lingkungan juga menjadi faktor utama agar masalah ini tidak semakin parah,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mulai peduli terhadap lingkungan, karena keberlanjutan alam sangat berpengaruh terhadap kondisi wilayah Subang. “Mulai hari ini, mari kita lebih sayang terhadap lingkungan dan alam,” tambahnya.
Tantangan Degradasi Moral dan Ketahanan Pangan
Selain infrastruktur, Kang Rey juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi Subang, yaitu degradasi moral di kalangan generasi muda. Ia menekankan bahwa masalah ini harus segera ditangani demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Subang sedang menghadapi gelombang besar degradasi moral di kalangan anak muda, dan kita harus bertindak untuk mengatasinya,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Kang Rey menegaskan bahwa selain membangun infrastruktur, Subang juga harus mempertahankan potensi pertaniannya sebagai lumbung padi nasional.
“Saya butuh dukungan dari bapak dan ibu semua agar kita bisa menjaga pertanian tetap kuat,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Drs. H. Sarana Abdulhamid, M.Pd.I serta iftar jama’i bersama masyarakat yang hadir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Subang, unsur Forkopimda, Sekda Subang, para kepala OPD, Kepala Kemenag Subang, Ketua MUI Subang, Ketua Baznas Subang, serta para pimpinan BUMD/BUMN di Subang. Acara ini juga dihadiri oleh camat dari delapan kecamatan di wilayah utara Subang, termasuk Camat Pamanukan, Camat Pusakanagara, Camat Pusakajaya, Camat Compreng, Camat Sukasari, Camat Ciasem, dan Camat Blanakan, serta tokoh masyarakat dan jamaah setempat.

