Subang, Nitikan.id — Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP, didampingi Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., memimpin kegiatan briefing staf Pemerintah Daerah Kabupaten Subang yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati II, Kantor Bupati Subang. Kegiatan ini dimoderatori oleh Sekretaris Daerah Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si.
Mengawali briefing, Kepala DP2KBP3A Subang, Yayat Sudrajat, M.M., M.Si., memaparkan perkembangan penanganan stunting di Subang. Saat ini tercatat 13 kecamatan dan 30 desa yang masih menghadapi permasalahan stunting. Yayat menargetkan kasus ini dapat diselesaikan dalam satu tahun melalui penguatan peran kelembagaan masyarakat desa dan kader Motekar. Ia menekankan, target bebas stunting 2025 hanya bisa tercapai melalui sinergi lintas sektor.
Selain stunting, Yayat juga mengungkapkan adanya 17 titik lokasi dengan masalah sosial keluarga yang memerlukan intervensi berkelanjutan.
Pada sesi berikutnya, Direktur RSUD Subang, dr. Ahmad Nasuhi, memaparkan kendala pelayanan di IGD dan Rawat Jalan. Di IGD, antrean panjang disebabkan keterbatasan kapasitas tempat tidur, ketidaksesuaian kelas rawat inap, serta minimnya tempat tidur ICU. Sementara di Rawat Jalan, hambatan berasal dari kurang optimalnya sistem pendaftaran online dan lamanya waktu tunggu obat.
Sebagai solusi, RSUD Subang akan menambah sarana prasarana, memperkuat SDM dan sistem informasi, serta membentuk Manager On Duty untuk mengoptimalkan layanan.
Kang Rey: Bangun Budaya Gotong Royong dan Kepedulian Sosial
Dalam arahannya, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menekankan pentingnya menumbuhkan budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan evaluasi kinerja sebagai pilar utama birokrasi yang responsif dan humanis. Ia menginstruksikan seluruh OPD dan kecamatan untuk menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan setiap Jumat pagi.
“Jangan sampai ada sampah berserakan atau rumput tinggi. Spanduk tak terurus, termasuk yang ada nama saya, silakan copot,” tegas Kang Rey.
Terkait program Subang Ngabret Nyaah Ka Indung, Kang Rey meminta seluruh pimpinan OPD mendata dan memastikan ASN memiliki satu indung asuh atau lansia binaan. Ia sendiri akan membina 12 lansia, salah satunya dari wilayah Ciater.
“Saya ingin yang diasuh benar-benar orang yang sangat membutuhkan agar pelayanannya maksimal,” ujarnya.
Evaluasi Program Sabadesa dan ASN Subang
Kang Rey juga mengevaluasi program Sabadesa, meminta agar setiap kunjungan ke desa dilakukan secara sederhana dan tidak membebani desa. Ia menekankan pentingnya efisiensi dan keterlibatan langsung di setiap wilayah yang dikunjungi.
Sebagai penutup, Kang Rey mengumumkan evaluasi bulanan terhadap seluruh ASN Subang, mulai dari Kepala OPD, Asisten Daerah, Staf Ahli hingga jajaran struktural. Evaluasi ini mencakup capaian kinerja, kehadiran dalam kegiatan, dan pelaksanaan program indung asuh.
“Saya ingin ASN Subang punya kepedulian dari hal terkecil. Bukan hanya memberi uang, tapi juga perhatian. Kalau indung asuh sakit, kita laporkan. Mereka bukan hanya butuh materi, tapi juga kasih sayang dan perhatian,” pungkas Kang Rey.

