Subang, Nitikan.id – Dalam upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan generasi muda, Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, didampingi Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi dan Sekda H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., mengunjungi Perpustakaan Daerah pada Selasa, 11 Maret 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Literasi Kabupaten Subang dan diikuti oleh pelajar dari SDN Pagaden, SDN Sompi, SDN Dr. Samsi, serta SMP 5 Subang.
Saat meninjau fasilitas perpustakaan, Kang Rey melihat langsung berbagai sarana yang tersedia, seperti Pojok Baca Digital, ruang multimedia, dan area baca. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, S.Sos., M.AP., melaporkan bahwa upaya peningkatan minat baca juga mendapat dukungan dari PT Dahana dan Bank Subang, yang membagikan 200 paket makanan bergizi gratis kepada anak-anak yang hadir.

Yeni mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Subang masih berada di zona merah dengan angka 46. Namun, tren kunjungan perpustakaan menunjukkan peningkatan signifikan, dari 27 ribu pada 2023 menjadi 40 ribu di 2024. Tahun ini, ditargetkan mencapai 60 ribu kunjungan, dengan angka kunjungan Januari dan Februari yang sudah menyentuh sekitar 6 ribu per bulan.
Kehadiran Bupati Subang disambut dengan antusias oleh para pelajar, yang berkesempatan berdialog langsung dengannya. Dalam sambutannya, Kang Rey menekankan bahwa membaca adalah kunci membangun generasi yang produktif dan berdaya saing.

“Saya berharap adik-adik di sini bisa menjadi game changer dan membangun kebiasaan membaca. Mulai dari sekarang, niatkan ingin menjadi apa, karena masa depan dibentuk dari kebiasaan hari ini,” ujarnya.
Kang Rey juga mengajak Dinas Perpustakaan untuk secara rutin mengundang siswa SD dan SMP, terutama dari daerah terpencil, agar mereka lebih mengenal dan memanfaatkan perpustakaan. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan koleksi buku guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan inspiratif.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Rey berbagi pengalaman pribadinya tentang pentingnya membaca.
“Zaman kuliah, saya lebih sering baca buku daripada mendengar materi. Buku adalah jendela dunia, dari buku kita bisa mengetahui sesuatu yang sudah terjadi, yang sedang terjadi, bahkan yang akan terjadi. Buku menjadi referensi penting dalam kehidupan, termasuk dalam pemerintahan. Saya bisa sampai di titik ini karena banyak membaca,” tuturnya.
Melalui berbagai inovasi dan program literasi, Kang Rey berharap Perpustakaan Daerah Subang tak hanya meningkatkan minat baca masyarakat lokal, tetapi juga menjadi daya tarik bagi pengunjung dari luar daerah. Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan dukungan berbagai pihak, Subang siap mencetak generasi yang lebih cerdas dan berwawasan luas melalui budaya literasi.

