Jakarta, Nitikan.id – Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membangun 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah yang menjadi kantong-kantong kemiskinan.
Langkah ini merupakan bagian dari penguatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik secara jasmani maupun rohani.
“Kerja sama ini memastikan wilayah 3T dan kantong kemiskinan dapat terlayani dengan baik melalui Program Makan Bergizi Gratis. BP Taskin akan menjadi mitra strategis dalam pengentasan kemiskinan lewat penyediaan layanan gizi yang sesuai dengan karakteristik daerah,” ujar Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/6), dikutip dari Antara.
Budiman menjelaskan, berbeda dengan wilayah lain yang bisa memiliki 3.000 penerima manfaat, di wilayah 3T jumlah tersebut akan disesuaikan dengan populasi lokal yang kerap kali tersebar dan minim penduduk. “Ukuran dan kapasitas SPPG akan menyesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi setempat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Taskin, Nanik S. Deyang, mengungkapkan bahwa banyak pemerintah daerah menunjukkan antusiasme dengan menawarkan lahan secara cuma-cuma atau disewakan untuk pendirian SPPG.
“Banyak bupati dan wali kota mengajukan wilayahnya sebagai lokasi SPPG. Kami kini tengah memitigasi lokasi mana saja yang paling membutuhkan pembangunan dapur MBG. Anggarannya sendiri akan berasal dari BGN,” jelas Nanik.
Nanik juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pelaku usaha lokal. Ia mendorong keterlibatan pengusaha nasional untuk membangun fasilitas tersebut di lahan desa yang sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa pihaknya hanya akan membangun maksimal 2.000 SPPG berbasis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah 3T. Ia menekankan bahwa jumlah penerima manfaat di daerah tersebut berkisar antara 50 hingga 200 orang.
“Di wilayah aglomerasi atau pusat-pusat pertumbuhan, kami akan membuka kesempatan kepada UMKM untuk menjadi mitra dalam pengelolaan SPPG. Sinergi antara BGN, BP Taskin, dan pemerintah daerah akan menjadi kunci dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan gizi masyarakat,” ujar Dadan.
Dengan sinergi lintas lembaga ini, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat miskin, tetapi juga turut mendorong pembangunan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

