Nitikan.ID — Banjir merendam sebanyak 15 desa/kelurahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sejak awal pekan ini setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat. Ribuan warga terdampak, ratusan rumah tergenang,banjir dan sejumlah titik masih belum menunjukkan tanda-tanda surut hingga Rabu (10/12).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang melaporkan sedikitnya 1.207 rumah terendam banjir dengan total 4.639 jiwa terdampak. Ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga mencapai 2 meter, terutama di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat.
BPBD mencatat banjir menyebar di 8 kecamatan terbagi di 15 desa/kelurahan diantaranya: Kecamatan Telukjambe Barat: Karangligar, Parungsari.Kecamatan Telukjambe Timur: Sukamakmur, Sukaharja, Purwadana.Kecamatan Cilamaya Wetan: Sukakerta.
Selanjutnya,kecamatan Cilamaya Kulon: Sukajaya.Kecamatan Tirtajaya: Tambaksari.Kecamatan Cilebar: Pusakajaya Utara, Mekarpohaci.Kecamatan Tempuran: Ciparagejaya, Sumberjaya.Kecamatan Karawang Barat: Nagasari, Tanjung Mekar, Karawang Kulon
Dari wilayah tersebut, Desa Karangligar menjadi lokasi dengan dampak paling signifikan, jalan utama desa belum dapat dilalui kendaraan karena genangan air mencapai dada orang dewasa.
BPBD Karawang menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh beberapa faktor yang terjadi secara bersamaan, yaitu: Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet akibat meningkatnya debit air, rob atau gelombang pasang di wilayah pesisir Karawang bagian utara, terutama di Kecamatan Tempuran dan Cilebar.
“Curah hujan ekstrem mempercepat peningkatan debit sungai sehingga air meluap ke permukiman warga,” kata seorang pejabat BPBD Karawang dalam keterangan tertulis.
Petugas BPBD, relawan, serta sejumlah dinas terkait telah melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan, seperti membuka dapur umum di Desa Karangligar dan beberapa titik lain.
Menyalurkan logistik pangan termasuk makanan siap saji dan kebutuhan dasar.
Selain itu melakukan evakuasi terhadap warga lanjut usia, balita, dan penyandang disabilitas, mengoperasikan pompa penyedot air untuk mempercepat penurunan genangan, melakukan pendataan kerusakan rumah dan kebutuhan warga.
Dinas Sosial Karawang memastikan suplai logistik aman untuk beberapa hari ke depan.
“Kami menyiapkan lebih dari 800 paket makanan siap saji setiap harinya untuk desa terdampak,” ujar pejabat Dinsos.
Sedangkan kondisi terbaru, hingga Selasa pagi, genangan air di sebagian desa seperti Sukamakmur dan Purwadana mulai berangsur surut.Desa Karangligar, Parungsari, serta beberapa wilayah pesisir masih mencatat genangan cukup tinggi, akses jalan di beberapa titik belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Warga yang mengungsi tersebar di rumah keluarga maupun pos pengungsian sementara.Sementara itu, BMKG masih memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Karawang dalam beberapa hari ke depan, sehingga BPBD menetapkan status siaga dan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan.
Sumber :
TIMES Indonesia • CNN Indonesia • Antara News • JPNN Jabar • Media Indonesia • BeritaSatu

