Yogyakarta, Nitikan.id – Kondisi Asrama Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Subang (IPMKS) Yogyakarta kini sangat memprihatinkan. Asrama yang berdiri sejak tahun 2002 dan berlokasi di Jl. Nitikan Gg. Abimanyu, Kota Yogyakarta, DIY, ini membutuhkan perhatian khusus, terutama dari Pemerintah Kabupaten Subang selaku pemilik aset.
Ketua Umum Keluarga Alumni Yogyakarta Asal Subang (KAYAS), Nurul Mu’min, SH mengungkapkan bahwa dari enam kamar yang tersedia, hanya tiga yang masih berfungsi. Fasilitas lainnya, seperti kamar mandi, juga dalam kondisi yang tidak layak.
“Dari total enam kamar, hanya tiga yang bisa digunakan. Dari tiga kamar mandi, hanya satu yang masih berfungsi, itu pun kondisinya sudah kurang layak,” ujar Nurul.
Selain kondisi bangunan yang semakin memburuk, harapan mahasiswa untuk mendapatkan rehabilitasi asrama juga pupus akibat efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah. Nurul menjelaskan bahwa sebelumnya telah dianggarkan dana sebesar Rp500 juta melalui Dinas PUPR Subang untuk renovasi asrama. Namun, anggaran tersebut dicabut karena alasan efisiensi.
“Seharusnya ada dana Rp500 juta untuk rehabilitasi, tapi kemudian dicabut. Kami meminta DPRD dan Pemda Subang untuk meninjau kembali keputusan ini karena kebutuhan ini sudah bersifat mendesak,” tegasnya.
Hal senada dikatakan Ketua Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kab Subang (IPMKS) Yogyakarta, Takhfa. Dia mewakili ratusan anggota IPMKS mengugkapkan pentingnya fungsi asrama yang menjadi sekretariat dan pusat aktivitas mahasiswa asal Subang.
“Dengan adanya perbaikan, semua ruangan dan fasilitas yang ada bisa digunakan dengan baik dan dapat menunjang program yang dibuat oleh IPMKS. Maka dari itu kami mohon perbaikan ini bisa direalisasi dengan cepat,” imbuhnya.
Mahasiswa asal Subang yang tinggal di asrama IPMKS pun berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan dan melihat langsung kondisi tempat tinggal mereka. Mereka menginginkan perhatian serius agar asrama bisa kembali layak huni.

