SUBANG, Nitikan.id – Akibat tidak bisa melaut karena cuaca ekstrem, ekonomi ratusan nelayan di pesisir utara Subang terganggu hingga terlilit hutang ke warung untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
Seperti halnya yang dikeluhkan oleh Nelayan di Pesisir Desa Mayangan Kecamatan Legonkulon, Rojudin mengatakan bahwa dirinya kebingungan untuk mendapatkan penghasilan untuk menafkahi keluarganya.
“Yaa gimana, angin lagi kencang, gelombang lagi tinggi, jadi kami tidak melaut karena takut, gak kau ambil resiko,” katanya. Selasa, (3/1/2023).
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, Rojudin terpaksa menghutang ke warung tetangga.
“Yaa diusahakan irit sekarang mah, kadang juga hutang dulu ke warung untuk makan saya dan keluarga juga,” katanya.
Untuk mengisi kegiatan sehari-hari, para nelayan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki jaring dan mesin kapal.
Senada dengan Rojudin, salah satu istri nelayan di daerah tersebut, Taryati mengeluh dengan keadaan yang sedang dirasakannya.
“Bingung, suami tidak kerja, tidak ada pendapatan, tapi setiap hari butuh beras dan yang lainnya,” ungkap Taryati.
Taryati berharap pemerintah memperhatikan nasib para nelayan ketika musim cuaca buruk seperti saat ini.
Meski para nelayan di daerah itu tidak melaut, tapi stok sea food tetap tersedia di wilayah itu.
“Walau pelelangan ikan tutup sementara hingga beberapa bulan, tapi ada stok ikan kiriman dari yang lain dengan harga yang relatif lebih mahal,” ujar Pedagang Ikan, Caswali.

