Subang, Nitikan.id — Raja Lembaga Adat Kartwan (LAK) Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana, turut angkat bicara terkait isu penjualan klub sepak bola Persikas Subang ke Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Kabar tersebut mencuat setelah Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, dikabarkan tengah menjajaki langkah akuisisi terhadap Persikas Subang. Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari rencana pembentukan klub baru bernama Sumsel United yang akan berlaga di Liga 2 musim 2025/2026.
Menanggapi kabar tersebut, Kang Evi—sapaan akrab Raja Galuh—menyatakan bahwa dirinya bersama Lembaga Adat dan masyarakat Subang siap untuk turut mempertahankan keberadaan Persikas.
“Kami, selaku masyarakat dan lembaga adat, siap berbagi beban bersama seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan Persikas Subang,” tegasnya, Kamis (29/5/2025).
Bahkan, Kang Evi tidak tanggung-tanggung menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih kepemilikan saham Persikas Subang demi menjaga keberadaan klub tersebut di tangan masyarakat Subang.
“Kalau perlu, saya siap membeli saham kepemilikannya. Kita akuisisi agar Persikas tetap menjadi milik dan kebanggaan warga Subang,” tegas Kang Evi.
Ia menilai bahwa penjualan Persikas akan menjadi hal yang sangat disayangkan, mengingat perjuangan pemain dan dukungan masyarakat Subang selama ini telah menjadi simbol kebanggaan daerah.
“Sangat disayangkan apabila perjuangan selama ini menjadi sia-sia. Persikas adalah simbol kebanggaan dan perjuangan masyarakat Subang untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah. Sudah sepatutnya kita bahu-membahu menyelesaikan permasalahan ini agar Persikas dapat terus berkiprah dan mencetak prestasi,” ujar Kang Evi.
Sebelumnya, pengurus Persikas Subang, Dadang Kurnianudin, mengungkapkan bahwa untuk mengikuti kompetisi Liga 2 musim 2025/2026, klub membutuhkan dana sekitar Rp13 miliar. Angka ini naik dibandingkan musim sebelumnya yang hanya berkisar Rp10 miliar.
Menurutnya, tantangan finansial ini menjadi salah satu hambatan utama yang dihadapi manajemen saat ini.
“Manajemen harus berpikir keras untuk memenuhi kebutuhan finansial tersebut. Sponsor dari PT Liga juga akan mempertimbangkan aspek prestasi dan kalkulasi bisnis, sehingga ini menjadi tantangan besar bagi seluruh stakeholder,” kata Dadang.
Ia juga menambahkan, mulai musim depan, setiap klub Liga 2 diwajibkan memiliki lisensi klub profesional, yang menuntut peningkatan kualitas manajemen dan tata kelola tim.
Dengan adanya isu potensi akuisisi oleh Pemprov Sumsel, masa depan Persikas Subang kini menjadi perhatian publik, khususnya warga Subang yang telah lama mendukung klub kebanggaan mereka.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat adat, diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk mempertahankan identitas Persikas di tengah tekanan finansial dan tantangan profesionalisme di level kompetisi nasional.

