Subang, Nitikan.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyapa hangat seluruh warga Jawa Barat melalui akun TikTok resminya, @dedimulyadiofficial, pada Selasa (29/4). Dalam sambutannya, Dedi mengajak masyarakat untuk selalu sehat, bersemangat dalam beraktivitas, dan lebih peduli terhadap lingkungan.
“Assalamualaikum, wilujeng enjing, sampurasun ka sadaya warga Jawa Barat. Semoga selalu dalam keadaan sehat dan semangat dalam beraktivitas,” ucap Dedi dalam video tersebut.
Dalam pesannya, Dedi menyoroti sejumlah ancaman lingkungan seperti pencemaran sungai, tumpukan sampah, polusi udara, hingga abrasi pantai. Ia mengajak masyarakat untuk mulai melakukan perbaikan kecil agar dapat kembali hidup selaras dengan alam.
“Ini lah yang menjadi problem kita saat ini. Semoga saya bisa mendorong seluruh masyarakat untuk melakukan sedikit demi sedikit perbaikan dan menumbuhkan semangat baru agar kita kembali ke alam. Karena pada akhirnya, kita adalah hamba yang harus mensyukuri ciptaan Allah,” tegasnya.
Dedi juga mengklarifikasi perihal dialognya dengan seorang pemudi bernama Aura Cinta yang sempat menjadi perhatian publik. Ia menjelaskan bahwa dialog tersebut bertujuan untuk menggambarkan tantangan generasi muda ke depan.
“Aura sudah berusia 20 tahun dan mampu mandiri secara ekonomi melalui profesinya sebagai bintang iklan dan talent. Jadi, dia sudah bukan remaja lagi,” ungkap pria yang akrab disapa KDM itu.
Dalam kesempatan tersebut, KDM mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi remaja saat ini. Menurutnya, permasalahan remaja bukan lagi sebatas kenakalan biasa, melainkan sudah mengarah pada tindakan kriminal.
Ia mencontohkan kasus dua siswa SMP yang menghabisi kakek mereka karena dilarang keluar malam. Perilaku tersebut, lanjutnya, dipengaruhi oleh kecanduan game online hingga larut malam, memanfaatkan fasilitas internet gratis di taman.
“Maka dari itu, perlu aksi nyata untuk menangani masalah ini, bukan sekadar diskusi atau wacana,” tegas Dedi.
Ia menekankan pentingnya tindakan cepat agar tidak ada masyarakat yang menyesal di kemudian hari.
“Saya tidak ingin ada saudara kita yang menyesal karena anaknya mengalami keterpurukan,” ujarnya.
Selain itu, KDM menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena anak-anak yang mengamen atau meminta-minta di jalanan. Ia berkomitmen untuk membenahi permasalahan tersebut.
Mengakhiri pesannya, Dedi Mulyadi meminta maaf kepada pihak-pihak yang mengundangnya dalam berbagai forum diskusi. Ia menyatakan kini lebih memilih fokus turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan masalah.
“Karena energi saya tercurah untuk turun ke lapangan, menyelesaikan semua permasalahan secara langsung. Karena kalau hanya sekedar perintah tidak akan berhasil. Salam semuanya, tetap semangat untuk Jawa Barat Istimewa,” tutupnya.

