Jakarta, Nitikan.id – Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk Koperasi Desa Merah Putih sebagai solusi terpadu untuk memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian desa. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa koperasi ini akan memiliki berbagai fasilitas penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.
“Koperasi ini akan memiliki cold storage untuk penyimpanan, gudang, gerai, hingga apotek. Konsepnya adalah sistem terpadu yang menyediakan berbagai kebutuhan dalam satu tempat,” ujar Tito dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/3).
Tito menjelaskan bahwa koperasi ini akan berperan dalam menyerap hasil pertanian masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat melindungi petani dari kerugian akibat harga jual yang tidak stabil di pasaran.
Untuk merealisasikan program ini, setiap desa akan memiliki koperasi yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Menurut Tito, dana yang dibutuhkan untuk membangun satu koperasi mencapai Rp 5 miliar, yang akan digunakan untuk pembangunan cold storage, gudang, serta operasional manajemen.
Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menambahkan bahwa dana tersebut akan mencakup pembangunan gudang, cold storage, gerai, serta pengadaan dua unit truk sebagai sarana logistik desa.
“Setiap koperasi mendapatkan Rp 5 miliar untuk membangun gudang, cold storage, gerai, serta pengadaan dua truk dan bengkel. Truk ini akan digunakan untuk mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan lain ke desa,” jelas Budi Arie.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat desa dengan menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien serta memastikan ketersediaan sarana penyimpanan dan transportasi yang memadai.

