Nitikan.id – Di sekitar Ka’bah tepatnya di sebelah utaranya Ka’bah, ada sebuah bangunan membentuk setengah lingkaran. Bangunannya tidak terlalu tinggi.
Jika diukur sekitar dada orang dewasa tingginya, atau tingginya 1,3 meter dan panjang kurang lebih 21,5 meter Itulah Hijr Ismail.
Jika ditilik dari sejarah, konon Hijr Ismail merupakan bekas kamar Nabi Ismail AS bersama Ibunya Siti Hajar. Hijr berarti kamar, atau tempat yang dibatasi dinding pengaman.
Setiap hari ribuan orang berebut memasuki tempat ini. Manusia dari penjuru dunia berkeinginan sholat sunnah di dalamnya, karena tempat ini begitu istimewa dan mustajabah, artinya doa-doa yang dilantunkan akan dikabulkan.
Konon Hijr Ismail merupakan bagian dalam dari bangunan Ka’bah yang dikatakan semula berbentuk bulat telur, namun ketika Ka’bah direhab pada tahun 606 M oleh suku Quraisy, mengalami keterbatasan kemampuan sehingga ukuran Ka’bah diperkecil dan dibuat segi empat seperti sekarang.
Tidak semua orang bisa masuk dan sholat di Hijr Ismail. Hanya orang tertentu saja yang dibolehkan sholat di dalamnya.
Seorang petugas kebersihan Masjidil Haram mendapat kesempatan istimewa itu.
Pada awalnya, pria tersebut hanyalah petugas kebersihan di Masjidil Haram. Lalu pada suatu ketika, Khalid Rahman Shafirin memilih di antara para petugas di Masjidil Haram sebagai petugas kebersihan terbaik. Pemilihan tersebut terjadi satu bulan sekali di Masjidil Haram. Akhirnya seorang pria asal Pakistan terpilih menjadi petugas kebersihan terbaik di bulan itu.
Sebagai hadiahnya, petugas kebersihan akan mendapat imbalan uang.
Namun menakjubkannya, petugas kebersihan itu menolak kepingan Dirham dan lebih memilih imbalan berupa sholat di dalam Hijir Ismail.

Ya, ternyata sejumlah uang tak membuatnya tergoda. Ia lebih memilih kesempatan langka, yakni melaksanakan sholat di tengahnya Hijir Ismail.
Permintaannya pun terkabulkan.
Pria itu mendapat kesempatan untuk melaksanakan ibadah shalat seorang diri di Hijir Ismail, di tengah kepungan jamaah lain yang memadati area sekitar Kabah.
Beribadah di dalam Hijir Ismail merupakan kesempatan yang mulia. Karena tidak semua orang berkesempatan beribadah di dalamnya. Beribadah di dalamnya sama seperti kita beribadah di dalam Ka’bah.
Hal tersebut dapat di lihat dari hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Daud “Dari Aisyah r.a. katanya: ‘Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan sholat di dalamnya. Rasulullah SAW membawa Siti Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata, ”Sholatlah kamu di sini jika kamu ingin sholat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah”.
☆☆☆☆☆

