Nitikan.id – Perbedaan antara qadha dan qadar sering kali dibahas. Dalam tausiyahnya, Quraish Shihab mengatakan bahwa Qadha adalah ilmu Tuhan yang menyangkut segala sesuatu yang terjadi atau akan terjadi sesuai dengan rincian dan waktunya.
Jadi makna Qadha, kata Quraish Shihab, adalah pengetahuan Allah SWT menyangkut segala sesuatu, tapi dia tidak punya pengaruh pada orang tersebut. Sementara Qadar adalah percaya pada takdir.
Menurut Quraish Shihab, takdir itu ibarat bola karet yang dilemparkan ke tembok dan melenting. Pertanyaannya? Berapa jauh bola tersebut melenting. Anda mungkin menjawab sekuat lemparannya. Itu berarti ada ukurannya.
“Contoh lainnya seperti mobil balap dengan mobil biasa, tentunya berbeda atau mobil baru dengan mobil tua. Tentunya masing-masing mobil ada ukuran kecepatannya, “ ujarnya.
Oleh sebab itu dalam firman Allah SWT disebutkan: “Was Syamsu Tajrii li Mustaqirrin Lahaa Dzaalika Taqdiirul ‘Aziizil ‘Alim (QS. Yasin.36). Artinya: Perjalanan Matahari Ini Ada Ukurannya.
Pengertiannya yakni Allah SWT mengatur segala sesuatu dengan ukuran-ukurannya. Tetapi Anda tidak tahu persis segala takdir Tuhan. Semisal berapa rejeki Anda hari ini? Apakah Anda tahu besar atau kecilnya? Maka dari itu kerjalah sekuat kemampuan Anda.
Jadi kepercayaan pada takdir itu sebenarnya, yakni kepercayaan pada pengaturan sistem yang ditetapkan oleh Allah SWT. Kemudian hal-hal yang kamu anggap tidak menyenangkan juga dibilang takdir.
“Segalanya ada takdirnya, tapi Anda bebas memilih takdir-takdir Tuhan tersebut, itu artinya percaya takdir, “ ungkap Quraish Shihab di kanal YouTubenya.
Maka, qadha itu ukuran-ukuran yang ditetapkan Tuhan, yang sesuai dengan ilmunya, dan dalam sistem qadar bisa dibagi menjadi dua. Pertama biasa disebut Sunnatullah, dan kedua Inayatullah dan keduanya ada sistemnya.
Sunnatullah itu terdiri dari kebiasaan-kebiasaan yang sering terjadi dan sifatnya pasti. Sementara Inayatullah sesuatu yang tidak mungkin dan bisa terjadi karena pertolongan Allah SWT.
☆☆☆☆☆

