Nitikan.id – Kala itu hari sudah sore ketika Yuda memasuki Warkop untuk menikmati secangkir kopi penghilang rasa penatnya. Satu gelas kopi hitam tanpa gula dipesannya. Pelayan warkop itu, yang bernama Alex, melayaninya dengan penuh senyum dan satu gelas kopi hitam tanpa gula pun disajikan. Benar-benar nikmat rasa kopi itu
Selagi asyik menikmatinya, seorang laki-laki dengan dandanan layaknya pekerja kantoran memasuki warkop itu dan menyapa sang pelayan, “Hallo Lex, 1 gelas espresso dan 1gelas kopi hitam untuk yang di tembok”. Pelayan itupun segera menyajikan 1 gelas espresso, menerima pembayaran untuk 1 gelas espresso dan 1gelas kopi hitam lalu berjalan menuju tembok dan menempelkan selembar kertas bertuliskan “segelas kopi”.
Yuda merasa bingung dengan perilaku aneh ini. Ya maklum sebab Yuda baru kemarin pindah kos, dan baru pertama kali ke warung kopi tersebut.
Tak lama kemudian masuklah 3 pria, yang nampaknya seperti para mahasiswa dengan penuh gelak tawa, mereka sailing berbicara sembari berjalan menuju salah satu meja. “Apa kabar Lex? buatkan kami 3 gelas kopi hitam dan 1 gelas kopi untuk yang di tembok” kata salah satunya sembari memberikan beberapa lembar uang.
Obrolan singkat itupun dilanjutkan dengan kesigapan sang pelayan menyajikan 3 kopi hitam dan berjalan menuju tembok untuk menempelkan selembar kertas bertuliskan “segelas kopi”. Hal ini membuat Yuda berkesimpulan sementara bahwa itu cuma sebuah kebiasaan di warkop ini.
Keesokan paginya Yuda kembali ke warkop itu lagi, hampir bersamaan dengannya, masuklah seorang lelaki yang nampak lusuh mendekati Alex sang pelayan warkop itu, dan berkata “Segelas kopi dari tembok, ya… terima kasih”. Dengan penuh keramahan, senyum manis, segelas kopi hitam pun dibuatkan oleh Alex untuk lelaki itu, dan setelah selesai melayaninya, Alex pun mengambil 1 lembar kertas bertuliskan “segelas kopi” dari tembok.
“Mas, apa yang bisa aku buatkan untukmu?” pertanyaan Alex ini pun membuat Yuda kaget dari kebingungan tentang kebiasaan di warkop ini. Sebuah kebiasaan yang baik, sebuah semangat berbagi yang tulus di antara para penggemar kopi, dan juga sebuah kebiasaan mulia yang membuat seseorang tidak perlu merendahkan dirinya hanya untuk meminta secangkir kopi, serta sebuah kebiasaan yang membuat pelayan di sana untuk tetap melayani pelanggan dengan sepenuh hati tanpa perlu membeda-bedakannya.
“Hhmm, segelas kopi hitam tanpa gula dan segelas kopi untuk yang di tembok” kata Yuda penuh semangat meskipun terbata-bata sambil membayar semuanya itu..
☆☆☆☆☆

