Nitikan.id – Siapa yang tidak kenal dengan masterpiece satu ini. ABG zaman Orde Baru pasti banyak yang kenal Bob Marley yang mempopulerkan genre musik reggae.
Dirilis 1974 lewat Album Natty Dread bergenre Reggae mampu menyihir banyak kalangan. Tempo beat yang santai membuat lagu ini nyaman didengar bahkan oleh orang yang tidak tau apa itu musik reggae.
Kendati demikian lirik dalam lagu ini sering disalah fahami pendengar nya. Maklum dengan mendengar lagu kita seringkali mengesampingkan tanda baca untuk menginterpretasikan makna sebenarnya.
Judul lagu beserta bait liriknya yang berbunyi “tanpa wanita tanpa tangisan” seringkali dijadikan andalan waktu gitaran untuk menutupi sisi kemalanganya dalam hubungan asmara.
Seolah tanpa wanita hidupnya tetap tidak ada masalah. Tidak heran kesalahanpahaman ini kadang cenderung mengintimidasi wanita.
Padahal lagu ini bercerita tentang realita kehidupan miskin di Jamaika dan kisah cinta Bob Marley dengan istrinya. Lagu ini dimaksudkan sebagai penyemangat dan pengingat akan hal-hal yang layak untuk dijalani dalam hidup.
Sinar harapan yang menembus kegelapan, itulah makna sebenarnya dari lagu ini, sebagaimana dilansir extrachill.
Dialek bahasa Inggris yang Bob Marley gunakan, dikenal sebagai dialek Jamaika. Dalam dialek Jamaika, kata “No” dalam judul lagu ini sama dengan arti kata “Don’t” dalam bahasa Inggris. Penggunaan “No” ini sebagaimana lazim dipakai dalam frasa “no smoking” dalam bahasa Inggris.
Sehingga apabila didefinisikan No Woman No Cry berarti “Jangan, Hai Wanita, Jangan Menangis”. Jadi sesungguhnya lagu ini bukan untuk menghibur lelaki jomlo yang tidak memiliki pacar atau sedang putus cinta. Namun suatu bentuk permohonan seorang pria sejati untuk meyakinkan sang perempuan agar jangan menangis.
Berikut lirik lagu No, Woman, No Cry
No woman, no cry
Tanpa wanita, tidak ada tangisan
No woman, no cry
Tanpa wanita, tidak ada tangisan
No woman, no cry
Tanpa wanita, tidak ada tangisan
No woman, no cry
Tanpa wanita, tidak ada tangisan
‘Cause, ‘cause, ‘cause I remember when we used to sit
Karena, karena, karena aku ingat ketika kita dulu biasa duduk
In the government yard in Trenchtown
Di halaman gedung pemerintah di Trenchtown
Oba, observing the hypocrites, yeah
Oba, mengamati orang-orang munafik, ya
Mingle with the good people we meet, yeah
Berbaurlah dengan orang-orang baik yang kita temui, ya
Good friends we have had, oh good friends we’ve lost along the way, yeah
Teman baik yang kita miliki, oh teman baik yang hilang dari kita di sepanjang jalan, ya
In this bright future you can’t forget your past
Di masa depan yang cerah ini kau tidak bisa melupakan masa lalumu
So dry your tears I say, yeah
Jadi keringkan air matamu, ku bilang, ya
No, woman, no cry
Jangan, Wanita, jangan menangis
No, woman, no cry, eh, yeah
Jangan, Wanita, jangan menangis
Little darling don’t shed no tears
Sayangku yang mungil, jangan meneteskan air mata
No, woman, no cry
Jangan, Wanita, jangan menangis
Eh, said, said, said I remember when we used to sit
Eh, bilang, bilang, ku bilang aku ingat saat kita dulu biasa duduk
In the government yard in Trenchtown, yeah
Di halaman gedung pemerintah di Trenchtown, ya
And then Georgie would make the fire light, I say
Kemudian Georgie akan menyalakan api, ku bilang
A log wood burning through the night
Sebuah kayu gelondongan terbakar sepanjang malam
Then we would cook cornmeal porridge, I say
Kemudian kita akan memasak bubur tepung jagung, kubilang
Of which I’ll share with you, yeah
Yang aku bagi denganmu, ya
My feet is my only carriage
Kakiku adalah satu-satunya keretaku
And so I’ve got to push on through
Jadi aku harus terus bergerak maju
But while I’m gone
Tapi ketika aku pergi
Everything’s gonna be alright
Semua akan baik-baik saja
Everything’s gonna be alright…
Semua akan baik-baik saja…
☆☆☆☆☆

