Subang, Nitikan.id – Pada tahun 2019 lalu, Raja Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana, yang merupakan keturunan ke-12 dari Sukapura, menerima dua pusaka sakral warisan leluhur, yakni Pusaka Trisula dan Pusaka Prisma. Serah terima pusaka tersebut disaksikan oleh para sesepuh Sunda dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Ciamis, Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.
Rakeyan Galuh Pakuan, Dhikan, mengungkapkan bahwa sejak menerima pusaka tersebut, Rahyang Mandalajati langsung mengimplementasikan visi dan misinya yang berbunyi “Ngawangun Tahta Raja, Pikeun Rahayatna”. Visi ini diwujudkan dalam bentuk program-program sosial dan budaya seperti “Nguatken nu Lemah, Minterkeun nu Bodo, Ngamulyaken nu Hina, jeung Ngabeungharken nu Miskin.”
“Semua program tersebut telah dan sedang dijalankan oleh Rahyang Mandalajati, mulai dari bidang sosial, agama, budaya, hingga ekonomi,” jelas Dhikan kepada awak media di Subang, Rabu (14/5/2025).
Menurut Dhikan, silsilah keturunan Evi Silviadi dari Sukapura dan Kerajaan Galuh dapat ditelusuri di Karatwan Galuh Pakuan yang berada di Gang Hebras, Blok Sukarahayu, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang. Di tempat ini pula tersimpan dua pusaka leluhur Galuh, yakni Pusaka Trisula dan Pusaka Prisma.
“Di sini tersimpan bukti keturunan Uwa Evi Silviadi, baik dari Sukapura maupun Kerajaan Galuh. Dua pusaka Raja-raja Galuh kini berada di tangan beliau,” tambahnya.
Dhikan juga menuturkan bahwa dalam menjalankan amanahnya sebagai Raja LAK Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati kini menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan kendaraan listrik ramah lingkungan dari Tiongkok. Selain itu, dalam ranah seni budaya, beliau dikenal sebagai “Guardian of Sundanese Culture”, melalui penyelenggaraan Festival Tari Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup yang kini telah memasuki tahun ke-9.
Kiprah Karatwan Galuh Pakuan juga meluas ke bidang pendidikan dan olahraga. Karatwan ini telah menjadi laboratorium penelitian bagi Fakultas Pendidikan Seni dan Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
“Saat ini di Sukarahayu sedang dibangun Karatwan Mandalajati yang terdiri dari Mandala Agung, Mandala Panengah, dan Mandala Rancage. Ini adalah bentuk komitmen nyata untuk Ngawangun Tahta Raja, Pikeun Rahayatna, dan melanjutkan program Nguatken nu Lemah, Minterkeun nu Bodo, Ngamulyaken nu Hina, jeung Ngabeungharken nu Miskin,” tutup Dhikan.

