Manchester, Nitikan.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola Inggris, Kevin De Bruyne mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan Manchester City di akhir musim 2024-25, menandai berakhirnya masa pengabdian luar biasa selama 10 tahun bersama klub. Gelandang asal Belgia ini, yang secara luas dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik dalam sejarah Premier League, mengonfirmasi kepergiannya melalui unggahan emosional di media sosial berjudul “Dear Manchester,” yang menjadi penanda akhir dari babak karier yang merevolusi seni bermain sebagai playmaker.
De Bruyne, yang bergabung dengan City dari Wolfsburg pada tahun 2015 dengan nilai transfer £54,5 juta, telah menjadi sosok kunci dalam dominasi klub ini. Ia membantu meraih enam gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, dan total 16 trofi utama lainnya. Dengan catatan 106 gol dan 118 assist dalam 413 penampilan, pengaruhnya sungguh luar biasa. Visi dan ketepatan umpannya membawanya meraih dua penghargaan PFA Player of the Year (2020, 2021). Namun, dengan kontraknya yang akan berakhir musim panas ini dan usianya yang akan menginjak 34 tahun, pemain berusia 33 tahun itu memutuskan untuk mencari tantangan baru.
“Jadi saya akan langsung pada intinya dan memberi tahu kalian bahwa bulan-bulan ini akan menjadi yang terakhir saya sebagai pemain Manchester City,” tulis De Bruyne. “Kota ini, klub ini, orang-orang di dalamnya telah memberi saya segalanya. Saya tak punya pilihan selain memberikan segalanya kembali—dan tebak apa, kami memenangkan segalanya.” Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar, staf, rekan setim, dan kota yang telah menjadi rumah bagi keluarganya, seraya menambahkan, “‘Manchester’ akan selamanya tercantum di paspor anak-anak kami dan di hati kami masing-masing.”
Manajer Pep Guardiola, yang telah melatih De Bruyne sejak 2016, menyebut ini sebagai “hari yang menyedihkan” namun juga waktu untuk merayakan warisan yang tak tertandingi. “Assist, gol, dan visinya di sepertiga akhir lapangan sangat sulit digantikan,” ujar Guardiola. “Kami telah memenangkan banyak trofi, dan ia terlibat di setiap kemenangan itu. Dia salah satu pemain terbesar yang pernah dimiliki negara ini.”
Spekulasi soal langkah selanjutnya De Bruyne sudah mulai bermunculan, dengan klub Major League Soccer (MLS) San Diego FC dan tim-tim di Liga Pro Saudi dikabarkan tertarik. Meskipun tujuannya masih belum jelas, kepergiannya menandai akhir dari sebuah era di Manchester City, yang kini harus menghadapi tantangan besar menggantikan pemain dengan kreativitas dan kepemimpinan yang telah menjadi kunci sukses mereka.
Fokus City kini beralih ke laga berikutnya melawan Manchester United. De Bruyne, yang masih berpeluang menjadi starter, akan berusaha meninggalkan kesan mendalam di bulan-bulan terakhirnya di Etihad Stadium.

