Subang, Nitikan.id – Arus lalu lintas di Jalur Pantura, khususnya di wilayah Pamanukan, Kabupaten Subang, terpantau sepi pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 2025. Berdasarkan pantauan di lapangan, volume kendaraan yang melintas di jalur utama penghubung Jakarta dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini masih jauh dari prediksi kepadatan yang biasanya terjadi saat mudik Lebaran.
Lalu Lintas Lancar, Tidak Ada Kemacetan
Petugas Pos Pengamanan Panorama, Pamanukan, Subang, melaporkan bahwa sejak pagi hingga siang hari, hanya sedikit kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas. “Kondisi jalan sangat lancar, tidak ada tanda-tanda kemacetan seperti tahun-tahun sebelumnya. Mungkin banyak pemudik yang memilih jalur tol atau berangkat lebih awal,” ujar seorang petugas kepolisian setempat.
Flyover Pamanukan, yang biasanya menjadi solusi mengurai kemacetan di kawasan pasar, juga tampak lengang tanpa antrean kendaraan.

Faktor Penyebab Jalur Pantura Sepi
Sepinya arus mudik di Jalur Pantura Pamanukan diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
- Peningkatan Penggunaan Tol Cipali – Banyak pemudik kini lebih memilih Tol Cipali dan jalur alternatif lainnya untuk menghindari kemacetan.
- Pemudik Berangkat Lebih Awal – Strategi mudik lebih awal yang dilakukan oleh banyak orang mengurangi kepadatan pada hari ini.
- Cuaca Mendung – Minimnya aktivitas pemudik di siang hari juga bisa dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Imbauan bagi Pemudik
Meski arus lalu lintas terpantau sepi, petugas tetap bersiaga di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kendaraan pada malam hari atau mendekati puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada H+4 Lebaran.
Para pemudik yang masih memilih melintasi Jalur Pantura diimbau untuk:
- Tetap berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas.
- Memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.
- Beristirahat di rest area jika merasa lelah agar tetap aman di perjalanan.
Hingga berita ini ditulis, situasi lalu lintas di Pamanukan tetap terkendali dan tidak ada laporan gangguan signifikan.

