Nitikan.id — Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (15/10/2026). Dalam operasi tersebut, KPK dilaporkan mengamankan 20 orang dan menyita uang tunai sekitar Rp1 miliar.
Uang yang diamankan masih dalam proses penghitungan sehingga nilai akhirnya dapat berubah. Sejumlah pihak dilaporkan diamankan dalam rangkaian operasi di wilayah Kabupaten Klaten dan Jakarta.
OTT tersebut menjadi sorotan publik, terlebih karena terjadi hanya berselang tiga hari setelah pelantikan Linda Benny sebagai Wakil Bupati Klaten pada Senin (12/10/2026), untuk mengisi sisa masa jabatan.
Dalam perkembangan penanganan perkara, KPK dilaporkan tengah mendalami dugaan penyimpangan yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta dugaan pemberian uang kepada oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait proses audit.
Meski demikian, konstruksi perkara, peran masing-masing pihak, serta kaitan uang yang disita dengan dugaan tindak pidana tersebut masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi KPK dan proses hukum yang berjalan.
Di tengah kabar penindakan tersebut, keberlangsungan pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Klaten menjadi perhatian. Masyarakat tetap berhak memperoleh layanan pemerintahan secara optimal, terlepas dari perkembangan perkara yang sedang ditangani aparat penegak hukum.
Persoalan hukum yang melibatkan pejabat daerah tidak semestinya mengganggu pelayanan administrasi maupun program pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Hamenang Wajar Ismoyo merupakan salah satu tokoh politik muda di Jawa Tengah. Pria kelahiran Klaten, 26 November 1988, tersebut merupakan putra Hj. Kadarwati, yang juga aktif di dunia politik sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Sebelum memimpin Kabupaten Klaten, Hamenang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.) pada 2011.
Karier politiknya berkembang melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Klaten untuk periode 2014–2019. Pada periode berikutnya, 2019–2024, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Klaten.
Karier eksekutifnya mencapai puncak ketika ia maju dalam Pilkada 2024 berpasangan dengan Benny Indra Ardhianto. Pasangan tersebut memperoleh 395.092 suara atau 52,63 persen dan kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Klaten periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025.
Selain berkiprah di pemerintahan dan politik, Hamenang juga pernah memimpin sejumlah organisasi kelembagaan, salah satunya sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Klaten periode 2020–2025.
Kabar OTT terhadap Bupati Klaten kembali menempatkan integritas kepala daerah di Jawa Tengah dalam sorotan publik. Sebelumnya, sejumlah kepala daerah di provinsi tersebut juga menjadi perhatian dalam perkara yang ditangani KPK, di antaranya Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, dan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. (red)
