Cianjur, Nitikan.id – Jalan penghubung antara Desa Neglasari dan Desa Mulyasari di Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi sorotan karena kondisinya yang sangat memprihatinkan. Jalan sepanjang 20 kilometer ini rusak parah dan belum pernah diperbaiki secara menyeluruh sejak puluhan tahun lalu.
Warga menyebut jalan tersebut menyerupai kubangan kerbau saat musim hujan karena berlumpur dan sulit dilalui kendaraan. Kondisi ini telah lama dikeluhkan masyarakat karena menjadi akses utama bagi dua desa yang bergantung pada jalan tersebut untuk aktivitas sehari-hari, termasuk kebutuhan darurat seperti pelayanan kesehatan.
Tragisnya, kondisi jalan yang buruk itu telah memakan korban. Kepala Desa Neglasari, Nasihin, mengungkapkan bahwa pada tahun 2022 seorang ibu hamil harus meregang nyawa bersama janin yang dikandungnya saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Agrabinta untuk proses persalinan. Nasihin menuturkan bahwa keterlambatan penanganan medis terjadi akibat lambatnya perjalanan kendaraan yang membawa sang ibu karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan dilalui dengan cepat.
“Ini sudah bertahun-tahun kami rasakan, jalan sangat rusak. Saat musim hujan, motor dan mobil pun susah lewat. Bahkan dulu ada warga yang kehilangan janinnya di jalan karena telat ditangani medis,” kata Nasihin kepada wartawan.
Pemerintah desa, kata dia, sempat melakukan pengerasan jalan menggunakan batu pada tahun 2015. Namun upaya tersebut tidak bertahan lama karena kendaraan berat pengangkut hasil bumi kerap melintas dan menyebabkan kerusakan kembali. Saat ini, sekitar 18 kilometer dari total panjang jalan masih dalam kondisi rusak parah.
Pihak desa telah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan jalan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur. Namun hingga kini, belum ada tindakan signifikan dari pemerintah daerah.
“Sudah beberapa kali kami ajukan proposal pembangunan, tapi jawabannya selalu anggaran terbatas. Kami harap ini bisa menjadi perhatian karena jalan ini sangat penting untuk keselamatan dan kesejahteraan warga,” ujar Nasihin.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut agar tidak terjadi lagi korban jiwa akibat lambatnya akses pelayanan kesehatan atau kebutuhan darurat lainnya.

